News

Nahasnya Perjalanan Migran ke Eropa, 53 Mayat Manusia Ditemukan di Lepas Pantai Suriah

Kapal dari Lebanon itu diduga mengangkut lebih dari 150 orang, sehingga lebih dari 100 migran belum ditemukan di laut.


Nahasnya Perjalanan Migran ke Eropa, 53 Mayat Manusia Ditemukan di Lepas Pantai Suriah
Deretan ambulans terlihat selama proses evakuasi migran di pelabuhan Tartous, Suriah, pada Kamis (22/9). (REUTERS)

AKURAT.CO Sebanyak 53 mayat manusia telah ditemukan di lepas pantai Suriah, menurut menteri transportasi Lebanon pada Jumat (23/9). Temuan ini menambah jumlah korban tewas terkait perjalanan migran yang nahas dari Lebanon ke Eropa awal pekan ini.

Dilansir dari Associated Press, insiden ini merupakan salah satu yang paling mematikan sejak rombongan besar warga Lebanon, Suriah, dan Palestina mencoba melarikan diri dari Lebanon yang dilanda krisis melalui Laut Eropa.

Di Lebanon saja, puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan. Mata uang Lebanon pun anjlok lebih dari 90 persen nilainya. Akibatnya, ribuan keluarga yang tak punya daya beli kini hidup dalam kemiskinan ekstrem.

baca juga:

Menurut seorang korban selamat, kapal itu mengangkut lebih dari 150 orang. Artinya, lebih dari 100 migran belum ditemukan di laut.

Sementara itu, Gubernur Tartus Abdulhalim Khalil dilaporkan telah mengunjungi 20 korban selamat di rumah sakit.

Belum jelas berapa banyak orang berada di kapal dan ke mana tepatnya tujuan mereka. Penjaga pantai pun masih mencari mayat.

Menurut sejumlah korban selamat, mereka berlayar dari kota pantai Minyeh di Lebanon beberapa hari lalu. Tujuannya diyakini untuk sampai di Eropa. Dikatakan bahwa kapal itu membawa orang-orang dari berbagai negara.

Ribuan warga Lebanon, Suriah, dan Palestina telah meninggalkan Lebanon dengan kapal selama beberapa bulan terakhir untuk mencari peluang yang lebih baik di Eropa.

Lebanon memiliki populasi 6 juta jiwa, termasuk 1 juta pengungsi Suriah. Negara itu dicengkeram krisis ekonomi yang parah sejak akhir 2019 yang menyeret lebih dari tiga perempat populasinya ke jurang kemiskinan.[]