News

Nahas, Bocah 7 Tahun di Taiwan Terancam Koma Seumur Hidup Usai Dibanting 27 Kali saat Latihan Judo

Seorang bocah 7 tahun asal Taiwan dilaporkan mengalami koma setelah dibanting hingga lebih dari 20 kali saat katihan judo


Nahas, Bocah 7 Tahun di Taiwan Terancam Koma Seumur Hidup Usai Dibanting 27 Kali saat Latihan Judo
Huang yang berusia 7 tahun, koma setelah dibanting 20 kali lebih selama kelas Judo (Facebook/CTi News)

AKURAT.CO,  Seorang bocah 7 tahun asal Taiwan dilaporkan mengalami koma setelah dibanting hingga lebih dari 20 kali selama pelajaran Judo.

Insiden itu pertama diungkap oleh situs web baru Taiwan, Liberty Times. Situs tersebut mengabarkan bahwa saat kelas Judo, bocah laki-laki itu dalam kondisi tidak responsif. Setelahnya, korban langsung dilarikan ke rumah sakit, dan sampai saat ini, ia masih memperlihatkan kondisi vegetatif.

Insiden itu sendiri tepatnya terjadi pada Rabu (21/4) pekan lalu. Saat itu, korban yang hanya diidetifikasi sebagai Huang, dijadwalkan memulai pelajaran Judonya pada pukul 19.00 waktu setempat.

Namun, sebelum mulai itu, paman Huang, mengaku ada yang tidak beres. Disebutkan bahwa saat itu, Huang dalam kondisi tidak sehat dan sempat mengeluh karena merasa mual.  Karena kondisi itulah, paman Huang langsung melapor ke pelatih. Akan tetapi, saat mendengar keterangan itu, pelatih Huang justru menanggapi dengan santai. Ia bahkan berasumsi bahwa saat itu, Huang mungkin terlalu banyak makan.

Setelahnya, si pelatih melanjutkan pelajarannya dan menyuruh dua siswa mempraktikkan teknik bantingan dengan melempar Huang. Karena instruksi itulah, Huang mulai dibanting oleh teman Judo-nya.

Sementara tubuhnya dilempar, Huang yang kesakitan memohon-mohon agar latihan dihentikan. 

Huang berkata bahwa kepala dan kakinya sakit, dan ia terus merengek agar pelatih menghentikan pelajarannya. Namun, saat mendengar rintihan Huang, pelatihnya sekali lagi menolak. Bahkan, saat itu, si pelatih diduga sampai 'mengancam' Huang agar bangun. 

Tidak jelas apakah saat itu Huang bisa bangkit, yang pasti, setelahnya si pelatih justru ikut membanting Huang ke lantai sekitar 6 sampai 7 kali.

Pada titik itu, Huang sudah terlempar ke tanah sekitar 27 kali. Karena itulah, Huang langsung tidak sadarkan diri.

Namun, kendati Huang sudah tak berdaya, si pelatih malah kembali berulah. Alih-alih mengecek badannya, ia justru membawa Huang ke pamannya dan bersikeras bahwa anak itu hanya pura-pura pingsan.  Dia juga menambahkan bahwa Huang mungkin muntah dan tidak sengaja tersedak.

Karena pamannya tidak yakin, ia langsung mencari pertolongan medis. 

Bocah berusia 7 tahun itu kemudian langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan hingga operasi. 

Setelah itu, terungkap bahwa Huang ternyata menderita hemorrhagia intrakranial atau pendarahan di dalam tengkorak. Keadaan ini adalah keadaan darurat yang dapat mengancam jiwa.

Huang sekarang dalam keadaan vegetatif dan dokter mengatakan bahwa dia mungkin tetap seperti itu selama sisa hidupnya.

Orang tua Huang awalnya ingin melepaskan alat penunjang hidup yang terpasang ke tubuh putra mereka. Namun, hal itu akhirnya tidak dilakukan karena Huang masih menunjukkan tanda-tanda vital kehidupan. 

Hanya waktu yang akan memberi tahu apakah Huang akan pulih sepenuhnya atau tidak.

Sementara Huang masih terbujur koma, investigasi telah dilakukan oleh kepolisian. Dalam penyelidikan ini, pelatih Huang juga telah ditahan dan diinterogasi oleh jaksa sejak Sabtu (24/4) lalu. 

Hingga kini investigasi masih berjalan, dan hasilnya memang belum diungkap. Namun, pelatih tersebut telah mengaku melempar Huang ke lantai hingga berkali-kali.

Sementara, sebelumnya, si pelatih sempat membela diri hingga mengklaim bahwa ia telah memberikan alat pelindung pada siswa Judo-nya. Namun, pengakuan tersebut akhirnya ditolak polisi lantaran berdasarkan bukti di lapangan, pelaku tidak melengkapi Huang maupun siswanya dengan alat pelindung, seperti helm.  []

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co