News

Nahas! Banjir Bandang Terjang Nigeria, 50 Orang Tewas

Menurut Menteri Sumber Daya Air Suleiman Adamu, tak ada solusi cepat untuk mengatasi masalah banjir di Jigawa, bahkan uang sekalipun.

Nahas! Banjir Bandang Terjang Nigeria, 50 Orang Tewas
Banjir melanda negara bagian Jigawa setelah badai petir parah selama berhari-hari memicu peringatan banjir bandang dari Badan Meteorologi Nigeria. (CNN)

AKURAT.CO Hujan deras belakangan ini menyebabkan banjir di Nigeria utara. Akibatnya, sedikitnya 50 orang tewas dan banyak penduduk mengungsi, menurut Sani Yusuf, sekretaris eksekutif Badan Manajemen Darurat Negara (SEMA) untuk Negara Bagian Jigawa.

"Kami kehilangan sekitar 50 orang karena banjir di Negara Bagian Jigawa," ungkap Yusuf dari kota Dutse pada Minggu (14/8), dilansir dari CNN.

Yusuf mengatakan setidaknya 237 rumah rusak di daerah Balangu saja. Warga pun terpaksa mengungsi ke kamp-kamp sementara. Sebelas kamp sementara telah didirikan untuk mereka yang mengungsi.

baca juga:

Menteri Federal Urusan Kemanusiaan Nigeria, Sadiya Farouq juga mengunjungi Negara Bagian Jigawa baru-baru ini untuk mendistribusikan bahan bantuan.

"Musibah ini sangat menyedihkan. Ini menyebabkan kerusakan serius pada sekolah, rumah, dan mata pencaharian masyarakat," tutur Farouq.

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari pun telah mengarahkan Kementerian Urusan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana untuk mengaktifkan Badan Manajemen Darurat Nasional guna memberikan dukungan yang diperlukan kepada mereka yang terdampak banjir.

Banjir melanda setelah badai petir parah selama berhari-hari memicu peringatan banjir bandang dari Badan Meteorologi Nigeria. Banyak wilayah di Jigawa rentan terhadap banjir setelah hujan badai. Sebelumnya pada awal Agustus, sekitar 7 orang tewas dan puluhan bangunan hancur setelah banjir akibat hujan deras di 7 distrik di negara bagian timur laut Nigeria.

Tahun lalu, lebih dari 120 keluarga mengungsi di Distrik Guri karena rumah mereka terendam banjir setelah hujan deras.

Menurut Menteri Sumber Daya Air, Suleiman Adamu 2 tahun lalu, tak ada solusi cepat untuk mengatasi masalah banjir di Jigawa. Bahkan, uang pun tak dapat menghentikannya.

"Mengeruk lumpur sungai bukanlah solusi banjir. Itu solusi sementara, butuh banyak uang. Jika seluruh anggaran pemerintah federal dan Negara Bagian Jigawa digabungkan untuk mengeruk lumpur di Sungai Hadejia, kami tak sanggup memenuhinya. Tak ada tindakan jangka pendek untuk menghentikan banjir. Namun, kami dapat mengurangi dan memberikan peringatan dini," pungkasnya.[]