Ekonomi

Nah Loh! MUI Haramkan Uang Kripto dan Pinjol

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa uang kripto atau cryptocurrency dinyatakan haram sebagai mata uang.


Nah Loh! MUI Haramkan Uang Kripto dan Pinjol
Ilustrasi pinjaman online (avrist.com)

AKURAT.CO  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa uang kripto atau cryptocurrency dinyatakan haram sebagai mata uang.

Hal ini disampaikan saat forum Ijtima Ulama yang digelar di Jakarta sejak Selasa (9/11/2021) hingga Kamis (11/11/2021). 

Ketua MUI Asrorun Niam Soleh menilai penggunaan cryptocurrency sebagai mata uang hukumnya haram, karena mengandung gharar, dharar dan bertentangan dengan Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia nomor 17 tahun 2015. 

baca juga:

"Cryptocurrency sebagai komoditi/aset digital tidak sah diperjualbelikan karena mengandung gharar, dharar, qimar dan tidak memenuhi syarat sil'ah secara syar’i, yaitu: ada wujud fisik, memiliki nilai, diketahui jumlahnya secara pasti, hak milik dan bisa diserahkan ke pembeli," katanya.

Namun untuk Cryptocurrency sebagai komoditi/aset yang memenuhi syarat sebagai sil'ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas hukumnya sah untuk diperjualbelikan.

Selain mata uang kripto, MUI juga menetapkan aktivitas pinjaman online/pinjol haram. 

MUI menegaskan, pada dasarnya perbuatan pinjam meminjam atau hutang piutang merupakan bentuk akad tabarru’ (kebajikan) atas dasar saling tolong menolong yang dianjurkan sejauh tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah.

"Sengaja menunda pembayaran hutang bagi yang mampu hukumnya haram," ujarnya.

Memberikan ancaman fisik atau membuka rahasia (aib) seseorang yang tidak mampu membayar hutang adalah haram.