Ekonomi

Nah Kan Ketahuan, BPH Migas Temukan Ada Plat Merah Pakai BBM Bersubsidi

Kepala BPH Migas Erika Retnowati: Misalnya pengisian ke kendaraan mobil dinas atau pelat merah, itu kan juga tidak diperbolehkan.


Nah Kan Ketahuan, BPH Migas Temukan Ada Plat Merah Pakai BBM Bersubsidi
Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak mandiri di SPBU Kuningan, Jakarta, Minggu (10/2/2019). PT Pertamina mengumumkan harga beberapa jenis bahan bakar turun yakni Pertamax Turbo dari Rp12.000 menjadi Rp11.200 per liter, Pertamax dari Rp10.200 menjadi Rp9.850 per liter, Dexlite dari Rp10.300 menjadi Rp10.200 per liter, Dex dari Rp11.750 menjadi Rp11.700 per liter dan Pertalite tetap Rp7.650 per liter. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, BPH Migas mengungkapkan ada sejumlah penyimpangan atau pelanggaran terkait penyaluran BBM bersubsidi.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan salah satu temuannya adalah mobil berplat merah ternyata menggunakan BBM bersubsidi.

"Misalnya pengisian ke kendaraan mobil dinas atau pelat merah, itu kan juga tidak diperbolehkan," kata Erika saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Kamis (23/6/2022).

baca juga:

Ada juga  sejumlah indikasi penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi lainnya yakni alah  pengisian ke dalam mobil yang tangkinya dimodifikasi.

"Di situ ada pengisian ke dalam mobil yang tangkinya di modifikasi itu beberapa sering kami ketemu," katanya.

Hal tersebut ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi administrasi. Pihaknya juga merekomendasikan sanksi operasional kepada PT Pertamina (Persero) yang ditujukan untuk SPBU.

"Jadi hal-hal seperti ini, kita tindaklanjuti dengan pemberian sanksi administrasi berupa tidak diberikan subsidi, artinya diberlakukan sebagai JBU (jenis bahan bakar umum)," katanya.

Kemudian Erika mengatakan pihaknya juga  merekomendasikan sanksi operasional yang diberikan oleh Pertamina kepada SPBU tergantung tingkat kesalahannya. 

"Mulai surat teguran, ada yang kemudian dikurangi kuotanya, kemudian ada yang ditutup," katanya.