News

Nadiem: Sains dan Teknologi Tanpa Budaya Tradisional Tak Punya Nilai Keunikan

Nadiem: KBKM 2021 menjadi semakin bermakna karena para peserta membuat inovasi baru yang fokus mengembangkan potensi dan memecahkan persoalan di desa-desa.


Nadiem: Sains dan Teknologi Tanpa Budaya Tradisional Tak Punya Nilai Keunikan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim (Dok. Kemdikbud)

AKURAT.CO Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar Malam Kemitraan sebagai puncak acara Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2021. Program KBKM ini menjadi salah satu program unggulan Kemendikbudristek untuk memajukan kebudayaan dengan mempertemukan kemajuan teknologi dengan budaya di tiap daerah.

Pada tahun ini, KBKM mengusung tema “Inovasi Desa untuk Pemajuan Kebudayaan”.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, KBKM 2021 menjadi semakin bermakna karena selain digelar di masa pandemi, para peserta membuat inovasi baru yang fokus mengembangkan potensi dan memecahkan persoalan di desa-desa. Sebab, selama ini banyak inspirasi dari desa yang belum tergali.

baca juga:

“Potensi teman-teman membuat saya yakin Indonesia akan unggul di panggung dunia,” ujar Nadiem dalam sambutannya di Malam Kemitraan KBKM 2021, Jumat (3/12/2021).

Menurutnya, penguasaan teknologi dan sains adalah hal yang sangat penting di era sekarang ini agar Indonesia dapat bertahan di perubahan yang cepat.

“Sains dan teknologi tanpa budaya tradisional tidak bisa memiliki nilai keunikan. Sedangkan budaya tanpa sains dan teknologi tidak bisa memberikan dampak besar khususnya di era digital saat ini," kata Nadiem.

Oleh karena itu, lanjutnya, program KBKM yang membalut wawasan kebudayaan Nusantara dan perkembangan teknologi dapat menciptakan solusi kelanjutan tantangan yang dihadapi Indonesia.

Selain itu, KBKM juga sejalan dengan semangat Kongres Kebudayaan untuk membangun pusat inovasi yang mempertemukan kemajuan teknologi dengan warisan budaya di tiap daerah.

"Inisiatif teman-teman menjadi lebih kontekstual dengan situasi yang riil di lapangan. Ini tentunya sejalan dengan semangat Merdeka Belajar. Di mana kami ingin memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia untuk menjadi lebih relevan dengan kehidupan masyarakat, supaya semakin banyak anak muda yang berkontribusi untuk masyarakat," tuturnya.