Rahmah

Nabi Khidir, Kisah Dan Mukjizatnya Dalam Al-Qur'an

Nabi Khidir, Kisah Dan Mukjizatnya Dalam Al-Qur'an
Ilustrasi Nabi Khidir (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Kamu pasti tahu sosok nabi yang sering dibicarakan oleh orang-orang, dikenal misterius dan masih hidup hingga saat ini. Ya benar, nabi yang sangat misterius itu adalah Khidir Alaihis Salam. Namun tahukah kamu kisah dan mukjizat Nabi Khidir? Yuk simak ulasan berikut ini!

Siapakah Nabi Khidir?

Arti sekaligus makna dari nama Khidir disinggung Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Beliau dinamai Khidir karena beliau duduk di atas tanah putih, tiba-tiba berguncang di belakang beliau berwarna hijau.” Hadist ini antara lain termuat dalam Bukhari 3402, Turmudzi 3151, dan Ibnu Hibban 6222.

Ungkapan tanah putih yang dimaksud dalam hadist tersebut adalah sebuah tanah kering tanpa tumbuhan di atasnya. Sementara, menurut Kamaluddin ad-Damiri, sastrawan dan ahli fiqih beraliran madzhab Syafi’i di Mesir mengatakan adanya perbedaan pendapat mengenai nama asli dari beliau.

baca juga:

Al Khidr (Arab, Khadr, Khadr) dan yang lebih familiar di Indonesia disebut Nabi Khidir adalah nama yang diberikan kepada seorang nabi misterius. Selain kisah tentang Nabi Khidir yang mengajarkan tentang ilmu hikmah dan kebijaksanaan kepada Nabi Musa, asal usul dan kisah lainnya tentang Nabi Khadir tidak banyak disebutkan.

Al Khadir secara harfiah berarti 'Seseorang yang Hijau' yang melambangkan kesegaran jiwa, kesegaran akan pengetahuan “berlarut langsung dari sumber kehidupan.” Situs Encyclopædia Britannica menyebut Khidir telah diberikan sebuah nama, yang paling terkenal yaitu Balyā bin Malkān.

Menurut Ibnu Abbas, Khidir adalah seorang anak cucu Nabi Adam yang taat beribadah kepada Allah Swt dan ditangguhkan ajalnya. Ibunya berasal dari Romawi sedangkan bapaknya keturunan bangsa Parsi. Mufasir Mahmud al-Alusi tidak membenarkan semua pendapat mengenai riwayat asal usul Nabi Khidir, tetapi An Nawawi mengatakan bahwa Khidir adalah seorang putra raja.

Jika kamu hapal daftar 25 nama nabi yang wajib diimani, maka kamu tidak akan pernah menemukan nama Nabi Khidir. Karena Nabi Khidir tidak termasuk dalam daftar 25 Nabi yang wajib diimani. Bahkan kalangan ulama juga mendebatkan mengenai status kenabiannya. 

Namun pendapat para ulama tersebut terpatahkan oleh bunyi surat Al Kahfi ayat 60-82. Dikutip dari buku Kisah dan Misteri Nabi Khidir: Menyingkap Rahasia Sang Nabi Misterius yang Hingga Kini Masih Hidup oleh Heri Kurniawan Tadjid, Al Khidir merupakan seorang nabi yang kisahnya dituangkan dalam Al-Qur'an surah Al-Kahfi ayat 60-82. 

Keberadaan Nabi Khidir hingga kini pun masih menjadi misteri. Kendati demikian, banyak muslim yang mempercayai bahwa Nabi Khidir masih hidup sampai sekarang. Hal itu didasarkan pada pendapat yang menyebutkan bahwa beliau memperoleh amanat dari Allah SWT untuk mengajarkan ilmu hikmah kepada para wali. Dalam kitab karya Syeikh Muhammad bin Ahmad dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda;

"Ada seorang anak dari Sam bin Nuh as telah meminum air kehidupan, lalu ia bisa hidup dengan lama. Maka pergilah Raja Zulkarnain dan Nabi Khidir untuk meminum air kehidupan tersebut. Hanya saja, yang berhasil menemukan air tersebut adalah Nabi Khidir, dan Raja Zulkarnain tidak berhasil."

Selain Nabi Khidir, ada tiga orang nabi lainnya yang diyakini masih hidup hingga saat ini. Ketiga nabi tersebut antara lain Nabi Idris AS, Nabi Ilyas AS, dan Nabi Isa AS.

Kisah Nabi Khidir Dalam Al-Qu'an

Rasulullah Saw pernah bersabda bahwa Nabi Khidir diutus Allah SWT untuk memberi hikmah atau pengajaran kepada Nabi Musa As yang dinilai sombong karena merasa paling berilmu.

1. Pertemuan Dengan Nabi Musa AS

Keduanya kembali menyusuri jalan, semula hingga sampailah di batu besar tempat mereka berlindung. Tiba-tiba Musa berjumpa dengan seorang lelaki yang berpakaian lengkap. Musa mengucapkan salam kepadanya, dan lelaki itu (Khidir) menjawab , "Dimanakah ada salam (kesejahteraan) di Bumi ini? Musa berkata "Sayalah Musa"

Khidir bertanya "Musa Bani Israil?" Musa menjawab "Ya". Musa kemudian berkata, "Saya datang kepadamu untuk menimba ilmu pengetahuan dari apa yang telah di ajarkan (oleh Allah Swt) kepadamu."

Dia (Khidir) menjawab "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar kepadaku." (Al-Kahfi: 67).

Musa berkata, "Insya Allah kamu akan mendapati saya sebagai seorang yang sabar, dan saya tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun" - Al-Kahfi: 69.  Nabi Khidir berkata kepadanya (Musa): "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun, sampai aku sendiri menerang­kannya kepadamu" - Al-Kahfi: 70.

2. Nabi Khidir Menghancurkan Perahu

Ketika Nabi Musa dan Nabi Khidir berjalan di tepi pantai, keduanya menjumpai sebuah perahu. Mereka berdua meminta kepada para pemilik perahu agar memperbolehkan mereka menaiki perahu itu.

Karena para pemilik perahu mengenal Nabi Khidir maka, pemilik perahu mengizinkan Musa dan Khidir menaiki perahu tersebut tanpa membayar. Namun ketika didalam perahu, Musa terkejut karena Nabi Khidir tiba-tiba memecahkan papan perahu dengan kapak.

Maka Musa berkata kepadanya, "Mereka telah mengangkut kita tanpa bayar, lalu kamu dengan sengaja merusak perahu mereka dengan melubanginya agar para penumpang perahu ini tenggelam. Sesungguhnya engkau telah melakukan perbuatan yang diingkari."

Lalu Nabi Khidir berkata, "Bukankah aku telah berkata, Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar denganku."

Musa berkata, "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.” (Al-Kahfi: 72-73).

3. Nabi Khidir Membunuh Seorang Anak

Keduanya yakni Nabi Khidir dan Musa lalu turun dari perahu itu. Ketika berjalan di tepi pantai Nabi Khidir melihat seorang anak yang sedang bermain-main dengan sejumlah anak-anak lainnya. Tiba-tiba saja Nabi Khidir memegang kepala anak itu dan mencabut kepalanya dengan tangannya, hingga anak itu meninggal.

Lalu Musa kembali berkata kepadanya, "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersi, bukan karena dia telah membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar."

Nabi Khidir berkata, "Bukankah sudah kukata­kan kepadamu bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?" - Al-Kahfi: 74-75.

Teguran kali ini lebih keras dari teguran yang pertama, karena pada fir­man selanjutnya disebutkan: Musa berkata, "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur kepadaku." 

4. Nabi Khidir Membangun Rumah Anak Yatim 

Maka keduanya  melanjutkan berjalan, hingga keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya menjumpai dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh -Al-Kahfi: 76-77.

Maksudnya, dinding rumah itu miring. Maka Nabi Khidir menegakkan dinding rumah itu -Al-Kahfi: 77.

Musa berkata, "Mereka adalah suatu kaum yang kita kunjungi, tetapi mereka tidak mau memberi kami makan dan tidak mau pula menjadikan kami sebagai tamu mereka." 

Nabi Khidir berkata, "Inilah perpisahan antara aku dan kamu. Aku akan memberitahukan kepadamu maksud perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya."

Hikmah Perbuatan Nabi Khidir

Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya bahwa menurut Ibnu Abbas, ilmu hikmah ini tidak dimiliki Nabi Musa yang hanya mengandalkan ilmu logika. 

1. Nabi Khidir melubangi perahu kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, karena di hadapan mereka ada seorang raja (dzalim) yang merampas setiap bahtera. Raja tersebut yakni Hadad Ibn Badad. 

2. Sedangkan nama anak yang dibunuh yakni Haisur. Anak tersebut dibunuh Nabi Khidir karena kedua orang tuanya adalah orang mukmin. Anak tersebut dikhawatirkan akan memaksa kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran karena kecintaan terhadap anaknya. Ibnu Abbas mengartikan maksud Nabi Khidir supaya Tuhan mengganti anak lain bagi mereka, yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih mendalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya). 

3. Adapun dinding rumah yang ditegakkan Nabi Khidir itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedangkan ayahnya adalah seorang yang saleh. 

Demikian kisah Nabi Khidir yang diceritakan dalam Al Quran untuk dijadikan pelajaran bagi Muslim.

Lalu apa saja mukjizat yang diterima Nabi Khidir yang telah Allah Swt tetapkan

Mukjizat Nabi Khidir

1. Bisa mengubah alam. 

Berawal dari kisah Nabi Khidir ketika duduk di atas kayu ataupun tanah gersang, niscaya kayu dan tanah tersebut akan merubah penuh rumput dan pohon semua kembali menjadi hijau subur.

2. Dibekali ilmu yang tinggi melebihi Nabi Musa.

Terkait dengam kisah Nabi Khidir dengan Nabi Musa dalam surat Al Kahfi. Musa berkata kepadanya: ‘Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?’

3. Penyabar

Nabi Khidir juga disebutkan memiliki sifat penyabar. Salah satu cirinya yang disebutkan dalam buku berjudul Tafsir al-Munir Jilid 8: Aqidah, Syariah, Manhaj (Juz 15-16 aI-Israa' - Thaahaa).

Disebutkan bahwa Nabi Khidir memiliki sifat penyabar, yang ditujukan ketika menghadapi penduduk desa yang enggan menerima kedatangannya. Sifat penyabar yang dimiliki Nabi Khidir ini menjadi cerminan umat Islam hingga saat ini.

4. Terkenal memiliki amalan do'a dan dzikir 

Nabi Khidir juga dipercaya memiliki sebuah amalan yang dilakukan secara rutin, yaitu membaca doa dan berzikir.

Bacaan doa Nabi Khidir untuk mengabulkan segala hajat, yakni:

Bismillahi ma sya-allah la yasuqul khoiro illallah bismillahi ma sya-allah la yashrifus su-a illallah bismillah ma sya-allah ma kana min ni’matin fa minallah bismillah ma sya-allah la hawla wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.“

Arti dari zikir tersebut, yakni Allah SWT akan memberikan ampunan pada umatnya dengan mendatangkan seribu kebaikan. Tak ada segala sesuatu yang terjadi termasuk kenikmatan, melainkan dari Allah SWT. Selain itu, zikir tersebut juga bermakna tiada kekuatan untuk menghindar dari perbuatan maksiat kecuali dengan perlindungan Allah SWT.

Itulah penjelasan singkat tentang kisah dan mukjizat Nabi Khindir yang sudah dijelaskan oleh hadist dan Al-Qur'an.[]