News

Muzani Sindir Pemimpin Tidak Tahu Terimakasih, Gerindra: Tidak Perlu Dibesar-besarkan!

Menurut Dasco, ucapan Muzani hanya sebatas menyikapi dinamika politik yang ada di Indonesia.


Muzani Sindir Pemimpin Tidak Tahu Terimakasih, Gerindra: Tidak Perlu Dibesar-besarkan!
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, saat temui usai melaporkan KPU ke Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019) (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengungkap maksud Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani yang menyinggung sosok pemimpin yang lupa berterimakasih kepada partai yang membesarkannya. 

Menurut Dasco, ucapan Muzani hanya sebatas menyikapi dinamika politik yang ada di Indonesia. 

"Saya pikir yang dinyatakan Pak Muzani itu kan bukan secara umum perumpamaan-perumpamaan yang ada dalam menyikapi dinamika politik di Indonesia," kata Dasco saat menemui awak media di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin (27/6/2022). 

baca juga:

Sejatinya, kata Dasco, pernyataan Sekjen Gerindra itu tidak perlu dibesar-besarkan, melainkan cukup dijadikan pedoman untuk cara berpolitik di Indonesia yang santun. 

"Sehingga saya pikir itu tidak perlu dibesar-besarkan dan tetap menjadi acuan berpolitik yang santun dan bijak bagi kita semua," tukas dia. 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani tiba-tiba menyindir, ada pemimpin yang terkesan tidak tahu terima kasih terhadap sosok yang membesarkannya.

Meski tidak menyebut siapa orang yang disindirnya. Namun, pernyataan itu dibuat sebagai representasinya terhadap dunia perpolitikan nasional.

Menurut Muzani, tradisi politik tidak tahu terima kasih bukan adab dan akhlak yang baik. Sebab, dia menilai dunia perpolitikan di Indonesia kini justru memperlihatkan persaingan.

"Di Indonesia, jarang sekali politik kita yang menunjukkan berterima kasih terhadap orang yang telah membesarkannya. Dalam tradisi politik kita, terima kasih adalah suatu yang langka, jarang dijumpai sepertinya ini menjadi suatu hal yang mahal," kata Muzani dalam keterangannya Minggu (26/6/2022).

"Orang yang dibesarkan partai, justru bersaing dengan partai yang membesarkannya, bersaing demi jabatan-jabatan. Adab politik kita telah dijauhi oleh pelaku politik kita," sambungnya. []