Rahmah

Muslim Wajib Tahu, Ini Lafal Puasa Sunnah Hari Kamis, Arti dan Keutamaannya

Hari Kamis dipilih oleh Rasulullah SAW sebagai salah satu hari yang baik dalam sepekan untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah.


Muslim Wajib Tahu, Ini Lafal Puasa Sunnah Hari Kamis, Arti dan Keutamaannya
Ilustrasi berpuasa (Qazwa)

AKURAT.CO  Selain Senin, Kamis merupakan hari yang utama menurut Rasulullah SAW. Hari Kamis dipilih oleh Rasulullah SAW sebagai salah satu hari yang baik dalam sepekan untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah. Begitu juga dalam keterangan beberapa hadits baik qauli maupun fi’li menunjukkan anjuran puasa sunnah hari Kamis.

Sebagaimana dilansir dari NU Online, berikut ini adalah lafal niat puasa sunnah hari Kamis lafalnya dalam bahasa Arab dan terjemahannya. Yuk simak.

 نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلهِ تَعَالَى  

Nawaitu shauma yaumil khamīs lillâhi ta‘âlâ. 

Artinya, "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah SWT." Ulama mazhab Syafi’i menempatkan puasa sunnah hari Kamis pada urutan kedua setelah puasa sunnah hari Senin dari lima belas jenis puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam.

Di dalam keterangan yang terdapat pada Kitab Tuhfatut Thullab atau Syarah Tahrir yang mengutip hadits riwayat At-Tirmidzi dan lainnya berikut ini:

والمؤكد منه خمسة عشر صوم الاثنين والخميس لأنَّه صلى الله عليه وسلم كَانَ يَتَحَرَّى صومَهما. وقال تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ رواه الترمذي وغيره

Artinya, “Puasa yang dianjurkan berjumlah lima belas. Pertama puasa sunah Senin dan Kamis karena Rasulullah SAW memilih untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Rasulullah bersabda, ‘Berbagai amal manusia ditampakkan di hadapan (Allah) pada hari Senin dan Kamis. Aku senang bila amalku dihadapkan pada saat aku berpuasa.’ HR At-Tirmidzi dan lainnya.” (Abu Zakaria Al-Anshari, Tuhfatut Thullab bi Syarhi Tahrir Tanqihil Lubab, [Beirut, Darul Fikr: 2006 M/1426-1427 H], juz I, halaman 410).

Dengan demikian, puasa sunnah hari Kamis sangat dianjurkan pada berdasarkan keterangan hadits Rasulullah SAW baik secara qauli maupun fi’li. Sehingga tidak salah jika ulama mazhab Syafi’i menempatkan puasa sunnah hari Kamis pada urutan kedua dari semua jenis puasa sunnah yang dianjurkan dalam agama Islam. 

Itulah lafal niat puasa hari Kamis dan terjemahannya. Semoga kita semua tergolong sebagai umat yang senantiasa mengerjakan sesuatu yang dianjurkan oleh agama dan menjauhi segala larangan yang sudah ditentukan oleh agama Islam. Wallahu A'lam Bishawab. []