Rahmah

Muslim Menerima Hadiah dari Non-Muslim, Bolehkah dalam Islam?

Muslim Menerima Hadiah dari Non-Muslim, Bolehkah dalam Islam?
Ilustrasi Hadiah (pinterest.com)

AKURAT.CO Hadiah adalah sesuatu yang diberikan seseorang kepada orang lain atas dasar prestasi atau keberhasilan tertentu. Hadiah, menurut para ulama, akan menjauhkan kita dari permusuhan dan mendekatkan pada sikap kasih sayang.

Hal ini selaras dengan ungkapan Al-Qurthubi dalam tafsirnya Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an, bahwa:

“Hukum hadiah itu disunnahkan, dan hadiah itu bisa mewariskan kasih sayang dan menghilangkan permusuhan. Imam Malik telah meriwayatkan dari ‘Atha` bin Abdillah al-Khurasani, ia berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda, Hendaknya kalian saling bersalaman maka kedengkian akan sirna, dan hendaknya kalian saling memberi hadiah maka kalian akan saling menyayangi satu sama lainnya dan permusuhan akan sirna”.

baca juga:

Dalam hal ini, sebenarnya tidak ada persoalan mengenai hadiah itu. Akan tetapi, bagaimana jika seorang non muslim yang memberikan hadiah tersebut?

Mengenai hal itu, Imam Bukhari menuliskan dalam kitab shahih-nya secara khusus tentang bab "kebolehan menerima hadiah dari non muslim".

Pada bab tersebut, Imam Bukhari menyampaikan beberapa hadits tentang bolehnya menerima hadiah dari non muslim, di antaranya adalah sebagai berikut:

"Said berkata, dari Qatadah dari Anas ra, sesungguhnya Ukaidira Dumah pernah memberikan hadiah kepada Nabi saw”, (HR. Bukhari).

Sementara hadits lainnya sebagai dasar hukum kebolehan menerima hadiah dari non muslim adalah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, yang pada intinya dapat disimpulkan bahwa, di dalam hadits tersebut mengandung pengertian kebolehan menerima hadiah dari orang kafir. Sebab, Salman al-Farisi ketika memberikan hadiah kepada Rasulullah saw belum masuk Islam. Ia masuk Islam setelah mengentahui tiga tanda kenabian yaitu penolakan Rasulullah saw terhadap shadaqah (zakat), memakan hadiah, dan khatam an-nubuwwah. Hanya saja Salman al-Farisi ra melihat khatam an-nubuwwah setelah Rasulullah saw menerima hadiahnya.

Dalam hadits tersebut, mengisahkan bahwa Salman Al-Farisi pernah memberikan hadiah kepada Rasulullah Saw., berupa kurma basah. Pada saat memberikan hadiah itu, dirinya belum masuk Islam dan Rasulullah pun tetap menerimanya.