News

Muslim Inggris Lakukan Penyanderaan di Sinagoge AS, Diklaim Idap Gangguan Jiwa

Malik Faisal Akram menyerang sinagoge Kongregasi Beth Israel di Dallas, Texas, untuk menuntut pembebasan Aafia Siddiqui.


Muslim Inggris Lakukan Penyanderaan di Sinagoge AS, Diklaim Idap Gangguan Jiwa
Polisi melanjutkan penyelidikan atas serangan penyanderaan sinagoge di lokasi kejadian pada Minggu (16/1). (EPA via BBC)

AKURAT.CO, Dua remaja telah ditahan di Inggris untuk penyelidikan insiden penyanderaan di sebuah sinagoge Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari BBC, insiden ini bermula saat warga negara Inggris Malik Faisal Akram melancarkan aksinya di sinagoge Kongregasi Beth Israel, Dallas, Texas, pada Sabtu (15/1). Pria 44 tahun dari Blackburn ini bisa masuk ke sinagoge selama peribadatan dengan mengaku sebagai seorang tunawisma. Polisi pun dipanggil dan mengepung sinagoge sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Rabi sinagoge ikut disandera pada saat itu. Satu orang sandera berhasil dibebaskan setelah 6 jam, sedangkan 3 lainnya dibawa ke tempat yang aman oleh polisi beberapa jam kemudian. Seluruh sandera di sana berhasil dibebaskan tanpa cedera.

baca juga:

Namun, Akram ditembak mati setelah bentrok dengan polisi di Colleyville.

Menurut sumber kepolisian AS, Akram tiba di Negeri Paman Sam melalui Bandara Internasional JFK New York 2 pekan lalu. Saudara Akram, Gulbar, mengonfirmasi kematiannya melalui pernyataan di Facebook Komunitas Muslim Blackburn. Ia pun meminta maaf kepada para korban dan mengungkapkan kalau saudaranya itu mengidap gangguan kesehatan mental.

Merespons kejadian di AS, kepolisian Inggris menangkap 2 remaja di Manchester selatan pada Minggu (16/1). Namun, detail usia dan jenis kelamin mereka tak diungkapkan. Menurut otoritas, keduanya ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung atas serangan tersebut dan ditahan untuk diinterogasi.

Kepolisian Manchester Raya pun berjanji pihaknya akan terus membantu penyelidikan AS dengan bekerja sama dengan komunitas lokal.

Pada saat kejadian, penyandera terdengar menuntut pembebasan Aafia Siddiqui, seorang ahli saraf Pakistan yang dibui 86 tahun di Forth Worth, Texas, 32 km jauhnya dari sinagoge. Presiden AS Joe Biden pun mengonfirmasinya dengan mengatakan serangan itu terkait dengan 'seseorang' yang ditangkap 15 tahun lalu dan telah dipenjara selama 10 tahun.

Menurut presiden, pelaku diduga membeli senjata usai mendarat di AS. Di sisi lain, sumber polisi mengatakan tak ditemukan bahan peledak pada Akram. Pengadilan federal AS juga memastikan kalau ia tak punya riwayat kriminal.

Sementara itu, Gulbar mengaku telah berkomunikasi dengan Akram, negosiator, FBI, dan lainnya selama pengepungan. Namun, ia bersama yang lainnya gagal meyakinkannya untuk menyerah.

"Kami sebagai keluarga tak memaafkan perbuatannya dan ingin meminta maaf dengan sepenuh hati kepada seluruh korban dalam insiden ini. Kami juga ingin menambahkan bahwa setiap serangan terhadap manusia, baik itu seorang Yahudi, Kristen, Muslim, atau lainnya adalah salah dan harus selalu dikecam," pungkasnya. []