Tech

Museum Virtual Masmundari Padukan Teknologi Digital dengan Pelestarian Budaya

Dokumentasi dan pengarsipan karya-karya maestro Masmundari berbasis website


Museum Virtual Masmundari Padukan Teknologi Digital dengan Pelestarian Budaya
Tampilan laman museum virtual Masmundari. (museummasmundari.com)

AKURAT.CO Nama Masmundari tidak bisa dilepaskan dari sejarah kebudayaan Kabupaten Gresik. Ia adalah sosok perempuan yang memiliki julukan sebagai Sang Maestro pencetus Damar Kurung. Salah satu ikon kebudayaan, kesenian, dan karya seni Gresik.

Bahkan karyanya menjadi warisan budaya tak berbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2018. Sebagai upaya menampilkan karya-karya seni Masmundari, sekaligus mengabadikan lukisannya, Yayasan Gang Sebelah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) merilis museum virtual bernama Museum Masmundari.

Museum tersebut secara resmi dirilis secara hybrid di Aula Putri Mijil Pendopo Kabupaten Gresik, pada Sabtu (27/11/2021) lalu. Ada sekitar 50 hasil karya lukisan Damar Kurung Masmundari yang ditampilkan dalam museum virtual tersebut.

Sebelumnya, karya Damar Kurung sendiri sudah terkumpul hingga 159 lukisan yang didapat dari enam kolektor. Namun, lukisan tersebut diseleksi lagi sehingga hanya ada sekitar 50 lukisan yang ditampilkan. 

Arsip lukisan yang berhasil didapatkan, sudah dikumpulkan sejak tahun 1987 sampai tahun 2005. Rata-rata karya dari Masmundari yang ditampilkan di museum virtual bertemakan tentang aktivitas sehari-hari masyarakat.

Misalnya, lukisan dengan tema Agustusan, tema Kemantenan (acara kemantin), aktivitas masyarakat di pasar, bulan Ramadhan, industi, dan Emboh Omah, karya yang menceritakan kisah tetangganya yang punya banyak anak, tapi ikut program KB (Keluarga Berencana).

Karya-karya Masmundari bisa diakses dengan mudah melalui laman museummasmundari.com. Pengunjung akan diajak menikmati koleksi museum dengan memanfaatkan animasi yang interaktif dan komunikatif. Di mana pengunjung akan disuguhkan berbagai lukisan Damar Kurung karya Masmundari, arsip-arsip, video musik, e-book, dan film dokumenter. 

Melansir laman resmi museum Masmundari, pengarsipan dan pendokumentasian Maestro Masmundari dalam medium museum berbasis web yang dilakukan Yayasan Gang Sebelah dicetuskan sebagai representasi semangat Masmundari. Di mana ia merupakan sosok seniman rupa yang memiliki optimisme hidup, etos kerja, dan semangat berkarya yang baik. 

Menurut pihak yayasan, Masmundari telah berjasa merekam kebudayaan masyarakat melalui karya lukisnya sekaligus mempopulerkan seni lampion Damar Kurung khas Gresik ke wilayah yang lebih luas. 

Sementara itu, museum ini merupakan museum pertama yang mengusung konsep virtual. Di mana dengan konsep virtual ini siapapun bisa mengunjungi museum kapanpun dan dari manapun. Bahkan museum ini juga menjadi salah satu ruang promosi bagi Gresik di mata dunia terutama dalam hal sejarah kebudayaan, khususnya karya Damar Kurung, Masmundari.