News

Musa Sebut Cak Imin Diduga Dapat 40 M Mahar Politik di Pilgub Lampung

Nama Cak Imin disebut-sebut dalam sidang lanjutan perkara gratifikasi terhadap mantan Bupati Lampung Mustafa di PN Tanjungkarang.


Musa Sebut Cak Imin Diduga Dapat 40 M Mahar Politik di Pilgub Lampung
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Instagram/cakiminow)

AKURAT.CO, Nama Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) disebut-sebut dalam sidang lanjutan perkara gratifikasi terhadap mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (4/3/2021).

Cak Imin diduga menerima Rp40 miliar sebagai mahar politik kompensasi dukungan PKB kepada Gubernur Lampung saat ini Arinal Djunaidi saat Pilgub Lampung 2018 silam.

Ihwal jatah Rp40 miliar untuk mantan Menteri Ketenagakerjaan itu diungkap oleh eks Ketua DPW PKB Lampung, Musa Zainuddin.

Terungkapnya nama Cak Imin bermula saat Jaksa Penuntut Umum (JPU), Taufiq Ibnugroho menanyakan asal muasal dukungan PKB kepada Mustafa untuk ikut dalam Pilgub Lampung 2018. Musa menegaskan bahwa dukungan PKB itu ditetapkan atau diputuskan DPP PKB, bukan DPW PKB Provinsi Lampung. Saat itu, Mustafa juga bersiap menyerahkan Rp14 miliar kepada DPP PKB sebagai mahar politik atas tiket dukungan PKB.

"Nggak mungkin dari DPW setuju, tapi pusat tidak. Kalau DPW itu memberikan nama. Saran. Nanti dari DPP baru yang menyetujui," jelas Musa menjawab pertanyaan jaksa.

Belakangan, DPP PKB mengubah keputusannya sendiri. Dukungan  akhirnya berlabuh ke Arinal Djunaidi. Ia berpasangan dengan Ketua DPW PKB yang saat ini sebagai Wakil Gubernur Provinsi Lampung Chusnunia Chalim atau akrab disapa Nunik. Perubahan dukungan itu, kata Musa, juga disertai dengan mahar senilai Rp40 miliar.

Dia menyatakan bahwa Rp40 milar itu berasal dari Sugar Group Companies. Patut diduga suap itu merupakan kompensasi tiket dukungan PKB kepada calon lawan Mustafa yakni Arinal Djunaidi.

"Cak Imin dapat Rp40 miliar dari Sugar Group dan Bu Li," katanya.

Musa mengetahui itu dari Khairuddin orang Metro yang sedang mengunjungi Anas Urbaningrum di tempat yang sama.