Olahraga

Murray Sebut Gelar Raducanu di AS Terbuka 2021 Penting Bagi Inggris

Raducanu adalah petenis wanita Inggris pertama yang memenangkan gelar tunggal grand slam sejak Virginia Wade di Wimbledon pada 1977.


Murray Sebut Gelar Raducanu di AS Terbuka 2021 Penting Bagi Inggris
Petenis remaja 18 tahun Inggris, Emma Raducanu meraih gelar AS Terbuka 2021. (WTA Tennis)

AKURAT.CO, Petenis putra asal Inggris, Andy Murray memuji penampilan luar biasa kompatriotnya, Emma Raducanu di ajang Grand Slam Amerika Serikat (AS) Terbuka 2021. Dia menyebut keberhasilan petenis berusia 18 tahun itu istimewa dan sangat penting bagi tenis Inggris ke depannya.

Kiprah Emma Raducanu di AS Terbuka 2021 memang sangat mengejutkan. Seperti dongeng, petenis kelahiran Toronto, Kanada itu sukses mendapatkan gelar grand slam pertamanya dengan catatan tidak kehilangan satu set pun sejak kualifikasi hingga babak final. Tak ayal, Raducanu kebanjiran pujian.

"Sungguh luar biasa apa yang dia lakukan di sana (New York). Saya pikir bagi banyak orang yang terlibat dalam tenis Inggris, kami tahu dia sangat bagus,” ujar Murray dalam konferensi pers setelah menang atas Yannick Maden di Rennes Terbuka 2021, dikutip dari Sky Sports, Selasa (14/9).

"Apa yang dia lakukan di New York sangat istimewa, dorongan besar untuk tenis Inggris dan mudah-mudahan memberi kesempatan kepada badan tenis untuk memanfaatkan itu dan membuat lebih banyak anak terlibat dalam olahraga.”

“Luar biasa apa yang dia lakukan dan peluang besar untuk tenis Inggris sekarang,” sambungnya.

Pemilik tiga gelar Grand Slam itu juga mengatakan, dia seperti kebanyakan penggemar tenis yang menyadari bahwa Raducanu merupakan petenis yang sangat bagus. Hal itu sudah terlihat dari penampilan sang petenis remaja di Wimbledon, di mana Raducanu mampu melaju hingga ke putaran keempat.

"Dia tidak banyak berkompetisi selama sekitar 18 bulan terakhir dengan sekolah dan virus corona dan hal-hal semacam itu, tetapi saya pikir di Wimbledon, semua orang agak sedikit melihat betapa bagusnya dia,” ucap Murray.

"Saya telah menghabiskan sedikit waktu di sekelilingnya di lapangan latihan, tetapi lebih dari itu di gedung yang sama, berlatih berdekatan satu sama lain, dan melihat apa yang dia lakukan, dan dia jelas sangat, sangat bagus," pungkas peraih dua medali emas Olimpiade itu.

Setelah mengalahkan petenis remaja asal Kanada Leylah Fernandez di final, Raducanu keluar sebagai petenis wanita Inggris pertama yang memenangkan gelar tunggal grand slam sejak Virginia Wade di Wimbledon pada 1977.[]

Sumber: Sky Sports