News

Murka Diancam Tambahan Sanksi, Adik Kim Jong-un: Presiden Korsel Idiot dan Anjing Setia AS

Murka Diancam Tambahan Sanksi, Adik Kim Jong-un: Presiden Korsel Idiot dan Anjing Setia AS
Kim Yo-jong, adik Presiden Korea Utara Kim Jong-un (EPA-EFE)

AKURAT.CO Kementerian Luar Negeri Korea Selatan awal pekan ini mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Korea Utara. Tak tinggal diam, adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Yo-jong, menyebut Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol dan pemerintahnya 'idiot' dan 'anjing setia' Amerika Serikat (AS).

"Begitu AS berbicara tentang 'sanksi independen' terhadap DPRK, Korea Selatan menirukan apa yang dikatakan sebelumnya. Tindakan menjijikkan ini semakin jelas menunjukkan bahwa kelompok Korea Selatan adalah anjing setia sekaligus antek AS," kecam Kim Yo-jong, dilansir dari United Press International.

Republik Rakyat Demokratis Korea (DPRK) merupakan nama resmi Korea Utara.

baca juga:

Sanksi tambahan kepada Korea Utara tengah dipertimbangkan akibat provokasinya, termasuk uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) baru-baru ini. Pekan lalu, Pyongyang menembakkan ICBM yang mendarat sekitar 209 km di lepas pantai Jepang. Senjata tersebut diperkirakan memiliki jangkauan untuk mencapai seluruh AS.

Menurut Kim, peluncuran itu adalah pelaksanaan hak untuk membela diri. Ia pun menyalahkan pemerintah Yoon atas memanasnya ketegangan di Semenanjung Korea.

Pasalnya, AS dan Korea Selatan telah meningkatkan kerja sama militer di bawah pemerintah Yoon. Mereka meningkatkan ruang lingkup dan frekuensi latihan gabungan. AS juga menegaskan kembali komitmen 'pencegahan yang diperluas' untuk Korea Selatan. Pencegahan ini mencakup kemampuan pertahanan nuklir dan rudal.

Korea Utara pun menuduh latihan bersama ini sebagai persiapan untuk invasi.

"Saya heran mengapa rakyat Korea Selatan hanya pasif menonton tindakan 'pemerintah' Yoon Suk-yeol dan idiot lainnya yang terus menciptakan situasi berbahaya. Bagaimanapun, saat Moon Jae-in berkuasa, Seoul setidaknya belum menjadi target kami," ancamnya.

Pemerintah mantan presiden Moon berfokus pada pemulihan hubungan diplomatik dengan Korea Utara. Namun, negosiasi terhenti setelah KTT Februari 2019 antara Kim Jong-un dan presiden AS saat itu, Donald Trump, berakhir tanpa kesepakatan.

Korea Utara telah melakukan sejumlah rekor peluncuran rudal tahun ini, sehingga otoritas Korea Selatan dan AS menilai rezim rahasia telah menyelesaikan persiapan untuk uji coba senjata nuklir. Awal pekan ini, AS meminta Dewan Keamanan PBB untuk menindak Korea Utara atas peluncuran ICBM terbaru. Namun, upaya tersebut dijegal oleh anggota tetap China dan Rusia.[]