Olahraga

Mural Rashford Dirusak dengan Pesan Rasis, Ratusan Orang Datang Membela

Selain Marcus Rashford, serangan bernada rasial juga diarahkan terhadap Bukayo Saka dan Jadon Sancho yang gagal melakukan penalti pada final Piala Eropa.


Mural Rashford Dirusak dengan Pesan Rasis, Ratusan Orang Datang Membela
Sejumlah orang berkumpul di depan mural bergambarkan pemain Tim Nasional Inggris, Marcus Rashford, di Withington, Inggris, awal pekan ini, untuk memberikan dukungan pada sang pemain setelah mural tersebut mengalami vandalisme bernada rasis. (TWITTER/Marcus Rashford)

AKURAT.CO, Sekitar 700 orang melakukan demonstrasi di depan mural bergambar penyerang Manchester United, Marcus Rashford, di Withington, Inggris, awal pekan ini. Mereka melakukan protes setelah mural tersebut dicoret dengan pesan bernada rasis pasca Rashford gagal melakukan penalti di final Piala Eropa 2020.

Pesan berbau rasis tersebut muncul setelah Rashford gagal mencetak gol dalam adu penalti ketika membela Tim Nasional Inggris di final Euro menghadapi Italia di Stadion Wembley, London, Inggris, Minggu (11/7). Demonstran merespons aksi vandalisme tersebut dengan memberikan pesan dukungan dan bunga untuk Rashford di lokasi mural.

“Saya terharu. Terimakasih. Tak bisa berkata apa-apa,” cuit Rashford seraya memuat foto-foto para demonstran dan pesan dukungan yang ditempelkan di mural tersebut.

Seorang petugas lembaga kesehatan Inggris (NHS), Karen Reismann, menganggap bahwa serangan rasial terhadap Rashford merupakan tindakan yang tidak seimbang. Menurut perempuan berusia 61 tahun tersebut, para rasis tidak bersikap adil ketika Rashford membawa Inggris menang dan juga ketika kalah.

“Kita semua tahu (bahwa orang-orang ini berpikir) jika mereka (pemain) menang mereka adalah orang Inggris, jika mereka kalah mereka kulit hitam.” kata Reismann.

Serangan rasial selepas kegagalan Inggris di final Euro bukan saja mengarah pada Rashford. Namun juga terhadap pemain kulit hitam Inggris lainnya yang gagal melakukan penalti pada pertandingan tersebut, Bukayo Saka dan Jadon Sancho.

Selain dengan aksi vandalisme pada mural Rashford, serangan juga terjadi melalui media sosial. Kepolisian setempat juga sudah melakukan penyelidikan terhadap pelaku dan mendorong saksi untuk menyampaikan laporan terkait insiden mural Rashford.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, berencana akan melakukan pertemuan dengan perusahaan media sosial untuk membicarakan aksi yang lebih keras untuk menindak rasisme di platform mereka. Adapun petugas yang membiayai mural Rashford, Ed Wellard, menyebut pelaku vandalisme lebih baik diedukasi ketimbang dihukum.

“Ada banyak solidaritas untuk para pemain ini, mereka adalah teladan di dalam dan di luar lapangan,” ucap Wellard.

Halaman penggalangan dana untuk mural Rashford juga sudah mengumpulkan dana sebesar 30 ribu Poundsterling (sekitar Rp60 juta). Dana ini akan digunakan untuk membiayai karya seni berikutnya.[]