Olahraga

Mundur karena Cedera Paha, Murray Dipastikan Gagal Hat-trick di Tokyo

Andy Murray dipastikan tak bisa mempertahankan medali emas tenis tunggal putra di Olimpiade Tokyo 2020 karena cedera paha.


Mundur karena Cedera Paha, Murray Dipastikan Gagal Hat-trick di Tokyo
Dua petenis yang pernah duduk di posisi ranking satu dunia, Novak Djokovic dan Andy Murray, dalam sesi latihan di Tokyo, Jepang, di sela Olimpiade Tokyo 2020, Jumat (23/7). (TWITTER/Novak Djokovic)

AKURAT.CO, Petenis asal Skotlandia yang mewakili Britania Raya, Andy Murray, dipastikan tak bisa mempertahankan medali emas tenis tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020. Atlet berusia 34 tahun tersebut harus mundur karena mengalami cedera pada pahanya.

Sebagaimana dikabarkan BBC, Murray sudah bermain di nomor ganda putra bersama Joe Salisbury di mana ia memenangi pertandingan pembuka pada Sabtu (24/7). Sedianya, hari ini Murray berhadapan dengan wakil Kanada, Felix Auger-Aliassime, di nomor tunggal putra.

Murray sebenarnya masih berhasrat tampil di nomor ganda meski saran medis meminta dia untuk tidak bermain sama sekali. Posisinya di nomor tunggal digantikan oleh atlet asal Australia, Max Purcell.

“Saya benar-benar kecewa karena harus mundur tetapi staf medis telah memberikan saya saran menentang (saya) bermain di dua nomor,” kata Murray. “Saya sudah membuat keputusan sulit untuk mundur dari nomor tunggal dan fokus bermain ganda dengan Joe (Salisbury).”

Mundurnya Murray bukan saja sang petenis gagal mempertahankan gelarnya di olimpiade namun juga tak bisa melakukan hat-trick. Asal tahu saja, mantan petenis ranking satu dunia tersebut adalah peraih medali emas di Olimpiade London 2012 dan Rio De Janeiro 2016.

Menjelang keberangkatan ke Tokyo, Murray menjalani masa yang tidak mudah dalam misinya untuk kembali ke level kompetitif selepas cedera. Juara Wimbledon itu sempat absen di Australia Terbuka pada Februari lalu karena terpapar virus corona (Covid-19).

Ketiadaan Murray juga melengkapi absennya petenis terkemuka di cabang tunggal putra setelah Rafael Nadal, Roger Federer, dan Dominic Thiem telah lebih dulu memutuskan mundur. Kini, tertinggal nama-nama seperti Novak Djokovic, Alexander Zverev, serta Daniil Medvedev.

Petenis ranking satu dunia asal Serbia, Novak Djokovic, datang ke Jepang untuk mengejar Golden Slam–empat gelar grand slam plus medali emas olimpiade. Sejauh ini, Djokovic telah melewati putaran pertama dengan mengalahkan lawan asal Bolivia, Hugo Dellien, dan bersiap menghadapi wakil Jerman, Jan-Lennard Struff di putaran kedua.

Adapun petenis ranking lima dunia asal Jerman, Alexander Zverev, juga sukses mengalahkan lawan asal Chinese Taipei, Lu Yen-Hsun, di putaran pertama. Di putaran kedua, Zverev bersiap menghadapi wakil Kolombia, Daniel Elahi Galan.[]