News

Muncul Wacana PKS Hendak Gabung KIB, PPP: Ya, Kami Terbuka!

Muncul Wacana PKS Hendak Gabung KIB, PPP: Ya, Kami Terbuka!
Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9/2022). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengatakan bahwa pihaknya akan menerima dengan tangan terbuka apabila PKS hendak masuk ke dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). 

"Ya kami terbuka," kata pria yang akrab disapa Awiek itu saat dihubungi oleh AKURAT.CO, pada Sabtu (24/9/2022). 

Menurut Awiek, sejauh ini komunikasi antara PPP dan partai di luar koalisi masih terbilang baik, termasuk PKS yang menunjukkan 'sinyal' kemungkinan bergabung dengan Koalisi yang terbentuk atas pertemuan di Rumah Heritage waktu itu. 

baca juga:

"Jadi ya kita lakukan komunikasi-komunikasi lah, ya kalau komunikasi secara informal dengan teman-teman ya baik baik saja," ujar Anggota Komisi VI DPR tersebut. 

Oleh karena itu, Awiek menyambut baik kehadiran PKS apabila berkeinginan untuk masuk ke dalam koalisi bersama dengan PPP, Golkar dan PAN. 

"Ya bagus-bagus aja peluang itu, karena KIB terbuka terhadap parpol manapun termasuk PKS. Tentu dengan kesepahaman bersama," tukas Awiek. 

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Mardani mengklaim, PKS telah melakukan pendekatan itu melalui pertemuan dengan Partai Golkar.

"Sebetulnya kami (melakukan pendekatannya) ke Golkar-nya ya, apakah nanti dengan KIB-nya, ya mungkin dari situ pintu masuknya," kata Mardani kepada awak media di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (21/9/2022).[]

Kendati demikian, Mardani mengaku upaya pendekatan ke KIB untuk membuka skenario lain terkait Pilpres.

Selain membangun komunikasi dengan Partai NasDem dan Partai Demokrat, PKS juga melakukan pembicaraan dengan pihak KIB yaitu Partai Golkar. 

"Tentukan ada skenario pertama, kalau enggak berhasil ada skenario kedua, kalau enggak berhasil pakai skenario ketiga," tutur anggota Komisi II DPR RI ini.

"Kita kan kerikilnya atau prosesnya itu panjang kali lebar. Jadi harus dibuka komunikasi dengan semua," sambung dia. []