News

Muncul Petisi Minta Karantina Wilayah, Denny Siregar: Kalau Lockdown, Terus Ekonomi Hancur, Kalian Teriak Jokowi Turun

Denny Siregar menyindir sejumlah pihak yang mendesak Presiden Joko Widodo menerapkan lockdown untuk menekan laju penularan virus corona atau COVID-19.


Muncul Petisi Minta Karantina Wilayah, Denny Siregar: Kalau Lockdown, Terus Ekonomi Hancur, Kalian Teriak Jokowi Turun
Pegiat Media Sosial Denny Siregar (Twitter/@Dennysiregar7)

AKURAT.CO, Pegiat media sosial Denny Siregar menyindir sejumlah pihak yang mendesak Presiden Joko Widodo menerapkan lockdown untuk menekan laju penularan virus corona atau COVID-19.

Desakan sejumlah pihak itu tertuang dalam sebuah petisi yang dibuat melalui Google Dicuments. Petisi telah diteken 856 orang pada Jumat (18/6/2021) malam pukul 22.30 WIB.

"Dikit-dikit lockdown, dikit-dikit lockdown.. Beradaptasilah. Jangan mencoba menyelesaikan satu masalah dengan membuat masalah lain. Nanti kalau lockdown, terus ekonomi hancur, kalian juga yang teriak supaya @jokowi turun," ujar Denny sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @Dennysiregar7, Jumat (18/6/2021).

Diketahui, dalam petisi dengan judul 'Surat terbuka desakan penanganan pandemi' terdapat 10 poin yang akan dikirim kepada Presiden Jokowi. Poin-poin itu sebagai berikut,

1. Memperbaiki sistem penanganan gawat darurat terpadu, prehospital care, rujukan, ambulan dan pelayanan di Puskesmas dan rumah sakit, serta meningkatkan kapasitas guna mengantisipasi lonjakan kasus. 

2. Mengeluarkan keputusan untuk karantina wilayah dan mempertegas pembatasan pergerakan fisik, dengan sanksi yang tegas, serta memberi dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial

3. Meningkatkan tes dan lacak, yang sampai sekarang masih di bawah standar WHO

4. Menunda pembukaan sekolah tatap muka, sampai terjadi penurunan kasus.  

5. Mempercepat vaksinasi gratis untuk semua orang di atas 18 tahun, dengan memprioritaskan pada manusia lanjut usia.

6. Memperbaiki sistem pendataan dan pelaporan kasus serta kematian karena COVID-19, sehingga masyarakat memiliki gambaran yang akurat tentang kondisi pandemi. Menutupi kasus dan kematian, hanya akan membuat masyarakat semakin abai dengan protokol kesehatan.

7. Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sebagai bentuk penguatan puskesmas selaku garda terdepan layanan kesehatan masyarakat serta relawan COVID-19 termasuk petugas kecamatan/kelurahan/RW

8. Perkuat fasilitas kesehatan khususnya Puskesmas dan rumah sakit dengan suplai Alat Pelindung Diri (APD) yang baik dan sesuai standar; pembayaran insentif tenaga kesehatan sesuai tanggal yang dijanjikan; kesediaan alat penunjang kesehatan seperti kasur, tabung oksigen, obat-obatan, fasilitas tes; hingga reaktivasi rumah sakit atau fasilitas kesehatan tambahan.

9. Menjamin perlindungan tenaga kesehatan serta jaminan insentif dan santunan bagi tenaga kesehatan.

10. Komunikasikan kebijakan karantina wilayah dan pembatasan sosial yang ketat secara konsisten dan terus menerus melalui berbagai kanal media komunikasi yang dimiliki pemerintah nasional dan daerah, pelibatan tokoh masyarakat, organisasi keagamaan dan elemen masyarakat lainnya hingga indikator epidemiologi memenuhi standar emas penanganan wabah.[]