News

Tolak RUU Kesehatan di DPR, PB IDI Dkk Ramaikan Dengan Karangan Bunga

Tolak RUU Kesehatan di DPR, PB IDI Dkk Ramaikan Dengan Karangan Bunga
Karangan bunga Tolak RUU PPSU di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022) (AKURAT.CO/PETRUS C. VIANNEY)

AKURAT.CO Puluhan karangan bunga ikut meramaikan aksi damai Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) di depan gedung DPR, Jakarta, siang ini. 

Selain PB IDI, terdapat empat organisasi profesi kesehatan lainnya yakni, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) bergabung dalam aksi damai menolak RUU Kesehatan yang saat ini tengah digodok Badan Legislasi DPR. 

Puluhan karangan bunga tersebut tampak berjejer mulai dari Rumah Makan Dua Putri samping gedung Parlemen sampai Kantor Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang bertuliskan seperti 'Tolak RUU Kesehatan (Omnibus Law)'. Ada pula tulisan 'Tolak Pengaturan Koperasi dalam RUU PPSK'. 

baca juga:

Juru Bicara PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Mahesa Pranadipa Maikel menyebut ada beberapa poin yang jadi alasan penolakan RUU Kesehatan (Omnibus Law). 

Poin pertama, karena proses prolegnas terkesan sembunyi, tertutup, dan terburu-buru. Kedua, pihaknya melihat ada upaya liberalisasi dan kapitalisasi kesehatan.

Ketiga, ada beberapa substansi lain penghapusan peran organisasi profesi dalam pengawasan, pembinaan, penerbitan rekomendasi dan Surat Tanda Registrasi (STR).

Pada dasarnya, STR seluruh tenaga kesehatan itu harus diregistrasi di konsil masing-masing. Dan seharusnya dilakukan evaluasi setiap lima tahun sekali.

"Tetapi di dalam subtansi RUU kami membaca ada upaya untuk menjadikan STR ini berlaku seumur hidup. Bisa dibayangkan kalau tenaga kesehatan praktik tidak dievaluasi selama lima tahun, itu bagaimana mutunya," kata Mahesa.

Hal ini kata Mahesa tentunya akan menjadi ancaman bagi seluruh keselamatan rakyat kalau tidak diawasi. []