Ekonomi

Munas VIII Kadin Bahas Transformasi Ekonomi hingga Percepatan Vaksinasi

Rosan P Roeslani mengapresiasi kerja sama antara Kadin dan Pemerintah yang telah berupaya melakukan reformasi struktural ekonomi.


Munas VIII Kadin Bahas Transformasi Ekonomi hingga Percepatan Vaksinasi
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Rosan P Roeslani dalam acara dialog interaktif yang diadakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Rabu (20/12). (AKURAT.CO/Handaru)

AKURAT.CO Dalam gelaran Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kadin, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengapresiasi kerja sama antara Kadin dan Pemerintah yang telah berupaya melakukan reformasi struktural ekonomi, salah satunya adalah melalui penyusunan kebijakan UU Cipta Kerja.

"Kami optimis kebijakan tersebut akan positif untuk pengembangan investasi dan tata hubungan industrial dunia usaha dengan ketenagakerjaan. Kita harapkan dengan kebijakan itu lapangan kerja bisa terbuka lebih luas," kata Rosan saat Acara Pembukaan Munas VIII Kadin secara virtual, Rabu (30/6/2021).

Berkaitan dengan hal itu pula, katanya, Kadin berupaya meningkatkan kualitas SDM industri melalui pelaksanaan program vokasi, yang mempertemukan kesesuaian antara kebutuhan industri dengan dunia pendidikan, seperti kerja sama di antara perusahaan dengan SMK-SMK pencetak SDM industri.

"Sedikitnya sudah 2.600 perusahaan yang berkomitmen untuk melaksanakan program vokasi Kadin. Kami yakin pembangunan akan menjadi lebih baik dengan pengembangan human capital-nya," kata dia.

Kadin, lanjut Rosan, juga telah fokus pada pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk menjadi 500.000 eksportir baru, juga dengan memanfaatkan pemasaran online yang tengah menjadi tren bisnis.

Di masa pandemi, Rosan juga menyebutkan, Kadin mendorong percepatan vaksinasi bagi dunia usaha dengan program vaksinasi gotong royong, dengan harapan iklim usaha dan perekonomian pun bisa pulih dengan cepat.

Dirinya pun mengapresiasi pemerintah yang tanggap terhadap penanganan program vaksinasi bagi masyarakat yang sudah mencapai 40 juta orang.

"Di tahun ini kita yakin, perekonomian Indonesia bisa mulai pulih dan semoga bisa surplus kembali untuk waktu-waktu mendatang," pungkas Rosan. []