Olahraga

Munas PBSI Digelar Tertutup, Peserta Wajib Tes Usap

Musyawarah Nasional PBSI 2020 akan digelar di Hotel JHL di kawasan Tangerang, 5-6 November 2020.


Munas PBSI Digelar Tertutup, Peserta Wajib Tes Usap
Persatuan Seluruh Bulutangkis Indonesia (PBSI) bersama beberapa atletnya (PBSI)

AKURAT.CO, Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dijadwalkan digelar secara tertutup di Hotel JHL di kawasan BSD, Tangerang, 5-6 November 2020. Salah satu agenda terbesar dalam musyawarah kali ini adalah pemilihan Ketua Umum PBSI periode 2020-2024.

Sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI, Munas dilakukan tertutup sebagai kesepakatan antara penyelenggaran dan hotel untuk menghindari risiko penyebaran pandemi virus corona (COVID-19). Peserta juga diwajibkan melakukan uji usap sebelum mengikuti musyawarah.

“Adapun seluruh peserta dan tim support Musyawarah Nasional PP PBSI akan menjalani PCR (swab) test satu hari sebelum pelaksanaan sehingga area Musyawarah Nasional steril,” tulis PBSI.

Keputusan rapat tertutup ini juga diamini oleh Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto. Menurutnya, mekanisme rapat tertutup merupakan hal yang lumrah dan pernah dilakukan sebelumnya.

“Setahu saya setiap kali rapat memang tertutup. Yang terbuka hanya pembukaan dan penutupan saja. Selama proses persidangan memang tertutup,” ucap Budiharto saat dihubungi oleh Akurat.co, Sabtu (31/10).

Sejauh ini, persaingan untuk kursi nomor satu PBSI diperebutkan oleh dua kandidat, yakni Ketua BPK, Agung Firman Sampurna, dan Ketua Pengurus Provinsi Banten, Ari Wibowo. Pemilihan akan menggunakan mekanisme aklamasi atau pemungutan suara terbanyak.

Dua kandidat ini juga menandai bahwa tampuk kepemimpinan PBSI akan kembali ke tangan sosok dengan latar belakang sipil. Sebab, sejak pertama kali berdiri pada 1951, tujuh dari 12 pemimpin PBSI berasal dari kalangan militer.

Yang terakhir tentu saja mantan Panglima TNI, Wiranto, sebagai Ketua Umum PBSI pada periode 2016-2020. Sementara itu, untuk pemilihan tahun ini sebenarnya militer telah memunculkan nama mantan Panglima TNI yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

Didukung 0leh banyak legenda bulutangkis, Moeldoko akhirnya mundur dari pencalonan. Pensiunan jenderal tersebut dikabarkan memilih fokus pada pekerjaannya sebagai pegawai Istana Negara.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co