Lifestyle

Multi Bintang Indonesia Kampanye Cut The Tosh, Diantaranya Ajak Konsumsi yang Bertanggung Jawab

Cut the Tosh sendiri merupakan kampanye bertemakan lingkungan, sosial dan konsumsi yang bertanggung jawab guna kelangsungan kehidupan


Multi Bintang Indonesia Kampanye Cut The Tosh, Diantaranya Ajak Konsumsi yang Bertanggung Jawab
Multi Bintang Indonesia Kampanye Cut The Tosh, Diantaranya Ajak Konsumsi yang Bertanggung Jawab (Akurat.Co/RahmanSugidiyanto)

AKURAT.CO Produsen Bir Bintang dan Heineken, Multi Bintang Indonesia melakukan kampanye gerakan bertajuk Cut The Tosh. Cut the Tosh sendiri merupakan kampanye bertemakan lingkungan, sosial dan konsumsi yang bertanggung jawab guna kelangsungan kehidupan.

“Cut the Tosh mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengubah narasi jadi aksi. Harapan kami, gerakan ini dapat mendorong upaya kolektif dari para pemangku kepentingan, untuk bersama-sama menciptakan kolaborasi yang bermakna untuk meningkatkan skala dan dampak dari praktik keberlanjutan,” kata Ika Noviera, Direktur Corporate Affairs Multi Bintang Indonesia pada (18/5) di Jakarta kepada sejumlah jurnalis.

Ika menambahkan seluruh inisiatif yang tertuang dalam Sustainability Report 2021 ini bernaung di bawah tiga pilar utama, yakni Lingkungan, Sosial, dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab.

baca juga:

Tiga pilar tersebut menjadi fokus utama perusahaan mengingat relevansinya dengan kondisi lingkungan dan masyarakat saat ini.

Inisiatif dari Multi Bintang Indonesia seputar lingkungan terlihat dari berbagai inisiatif untuk mencapai “Path to Net Zero Impact”. Hingga saat ini, 28% dari total konsumsi energi di fasilitas produksi Multi Bintang Indonesia berasal dari sumber energi terbarukan, termasuk pemanfaatan biomassa.

Di tahun 2025 mendatang, Multi Bintang Indonesia berambisi untuk mencapai 100% penggunaan energi terbarukan dengan menerapkan tenaga surya.

Namun, Multi Bintang Indonesia menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan tidak hanya berbicara mengenai pelestarian alamnya saja, melainkan keterlibatan masyarakat sekitarnya. Inilah yang mendorong perusahaan untuk memberdayakan komunitas lokal melalui program pembinaan bank sampah, dan saat ini sudah terbentuk lebih dari 300 unit yang tersebar di Tangerang dan Mojokerto, berjalan secara mandiri dan memberikan manfaat kepada sekitar 28.000 orang.

Tidak hanya itu, Multi Bintang Indonesia juga sangat memperhatikan pengelolaan air, mengingat air merupakan 95% dari bahan dasar pembuatan bir.

Program pengelolaan air ini mencakup berbagai inisiatif yang dilakukan dari hulu hingga ke hilir, mulai dari penghijauan hutan hingga pembangunan waste trap yang berfungsi sebagai penangkap sampah agar tidak mengalir di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) hingga ke laut.

Multi Bintang Indonesia juga memiliki inisiatif River2River sebagai langkah edukasi kepada masyarakat akan pentingnya konservasi air dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, yang diharapkan dapat memulihkan area hingga 428 ha pada tahun 2025.

Selain itu, menegaskan konsumsi alkohol yang bertanggung jawab pun merupakan perjalanan tiada henti bagi Multi Bintang Indonesia sebagai produsen bir.

“Tahun ini, kami membuat sebuah roadmap untuk 2021 hingga 2023, yang bertujuan untuk mengadvokasi konsumsi alkohol yang tidak berlebihan serta melawan penggunaan alkohol yang berbahaya. Strategi kami untuk tahun pertama dimulai dari program internal untuk karyawan, karena kami percaya bahwa sebelum merangkul komunitas eksternal, kami harus terlebih dahulu membangun fondasi yang kuat di dalam perusahaan, mulai dari diri sendiri,” jelas Ika.

Inisiatif tersebut meliputi sebuah kampanye bertajuk #IAmResponsible yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran melalui berbagai kegiatan interaktif seperti games dan kompetisi serta sosialisasi dan edukasi secara virtual.

“Meskipun begitu, apa yang sudah kami lakukan hingga saat ini mungkin masih bagaikan setetes air di lautan. Itulah kenapa kita perlu lakukan ini bersama-sama, untuk mengatasi tantangan yang ada dan meningkatkan dampaknya. Ini bukan waktunya berkompetisi, melainkan berkolaborasi. Mari kita stop sekadar bicara, dan ubah jadi perbuatan. Let’s cut the talks, let’s Cut the Tosh!,” tutup Ika.