News

Mulai Padati Patung Kuda, Ini 15 Tuntutan Gebrak

Berdasarkan pantauan AKURAT.CO, Gebrak datang sekitar pukul 12.45 WIB.


Mulai Padati Patung Kuda, Ini 15 Tuntutan Gebrak
Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak mulai memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Sabtu (21/5/2022).  (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak mulai memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Sabtu (21/5/2022). 

Berdasarkan pantauan AKURAT.CO, massa Gebrak datang sekitar pukul 12.45 WIB. Gebrak menggelar aksi teatrikal patung bergambar tikus. 

Patung tersebut menggambarkan koruptor di Indonesia yang telah merampas hak-hak rakyat. 

baca juga:

Mulai Padati Patung Kuda, Ini 15 Tuntutan Gebrak dalam Demo Buruh Hari Ini - Foto 1
Aksi Teatrikal hari buruh (AKURAT.CO/Anisha Aprilia) 

Dalam aksi unjuk rasa ini Gebrak membawa 15 tuntutan diantaranya:

1. Hentikan pembahasan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja inkonstitusional dan hentikan upaya revisi UU Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

2. Hentikan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat dan tuntaskan pelanggaran HAM.

3. Turunkan harga (BBM, minyak goreng, PDAM, Listrik, Pupuk, PPN, dan TOL).4. Tangkap, adili, penjarakan, dan miskinkan seluruh pelaku koruptor.

5. Redistribusi kekayaan nasional (berikan jaminan sosial atas pendidikan, kesehatan, rumah, fasilitas publik, dan penyediaan pangan gratis untuk masyarakat).

6. Sahkan UU Pembantu Rumah Tangga dan berikan perlindungan bagi buruh migran.

7. Wujudkan reforma agrarian sejati dan hentikan perampasan sumber-sumber agraria.

8. Tolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

9. Berikan akses partisipasi publik seluas-luasnya dalam rencana Revisi UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

10. Tolak Revisi UU Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja.

11. Berikan perlindungan dan jaminan kepastian kerja bagi pekerja pemerintahan non PNS (penyuluh KB, guru honorer, pekerja perikanan dan kelautan), serta pengemudi/driver online, dan lain-lain.

12. Hapus sistem kerja kontrak, outsourcing, dan sistem magang.13. Stop upah murah, berlakukan upah layak nasional.

14. Hapuskan kekerasan berbasis gender di dunia kerja lewat ratifikasi Konvensi ILO 190.

15. Berikan ruang Demokrasi untuk rakyat Papua. Tolak otonomi khusus dan Daerah Otonomi Baru.[]