News

Mulai Berlaku, Beli Migor dengan PeduliLindungi Dinilai Merepotkan Masyarakat

Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi meminta kepada pemerintah sebaiknya melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum kebijakan tersebut diimplementasikan


Mulai Berlaku, Beli Migor dengan PeduliLindungi Dinilai Merepotkan Masyarakat
Wakil Sekjen PPP, Achmad Baidowi saat menjadi pembicara di salah satu restoran di Jakarta Pusat, Sabtu (11/8) (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Hari ini aturan pembelian minyak goreng (migor) di pasaran dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai diberlakukan. Namun kebijakan tersebut masih menuai pro dan kontra di kalangan elite. 

Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi meminta kepada pemerintah sebaiknya melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum kebijakan tersebut diimplementasikan. 

"Sosialisasi yang masif dan intensif dilakukan agar masyarakat memahami tentang tujuan diberlakukannya kebijakan tersebut dan memahami bagaimana cara kerja teknologinya sehingga ketika penerapannya diilapangan tidak terjadi kekisruhan akibat salah paham karena bisa saja ada konsumen yang merasa berhak membeli namun ditolak oleh aplikasinya," kata Awiek sapaan akrabnya kepada AKURAT.CO, pada Selasa (28/6/2022). 

baca juga:

Awiek menyebut kesenjangan informasi ini dikhawatirkan akan menjadikan kebijakan tersebut menjadi kurang efektif. 

Menurutnya, kebijakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini tentu berbeda dengan ketika kebijakan tersebut dipergunakan untuk mengakses fasilitas publik. 

"Mengakses fasilitas publik bukan menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan masih ada produk substitusi yang lainnya. Namun untuk minyak goreng yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan tidak ada produk substitusinya menjadikan penggunaan aplikasi untuk membeli minyak goreng curah menjadi kurang efisien dalam proses transaksinya, " ujar Ketua DPP PPP itu. 

Selain itu, penggunaan aplikasi PeduliLindungi tentu merepotkan masyarakat yang belum memiliki aplikasi tersebut, atau bahkan tidak memiliki smartphone untuk mengaksesnya.

"Bahwa kebijakan ini diberlakukan di seluruh wilayah negeri ini, bukan hanya di kota kota besar saja maka pemerintah perlu menjelaskan manfaat dari kebijakan tersebut bagi masyarakat," tukas dia. 

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bakal memulai transisi perubahan sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR). Pemerintah pun akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Perubahan sistem ini dilakukan untuk membuat tata kelola distribusi MGCR menjadi lebih akuntabel dan bisa terpantau mulai dari produsen hingga konsumen. 

Pria yang kerap disebut LBP itu mengatakan bahwa nantinya setelah masa sosialisasi selesai, seluruh penjualan dan pembelian MGCR akan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Sementara masyarakat yang belum punya Peduli Lindungi masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK.  

Oleh karena itu, kata Luhut, pembelian MGCR di tingkat konsumen akan dibatasi maksimal 10 kilogram untuk satu NIK per harinya dan dijamin bisa diperoleh dengan harga eceran tertinggi, yakni Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram. []