Lifestyle

Mulai 11 Oktober, Jepang akan Memperbolehkan Wisatawan Individu Berpergian

Mulai 11 Oktober, Jepang akan Memperbolehkan Wisatawan Individu Berpergian
Ilustrasi Jepang (unsplash.com/@manucosen)

AKURAT.CO Pemerintah Jepang mengizinkan wisatawan asing secara individu untuk masuk disertai kembali memberlakukan bebas visa, dan menghapus batas kedatangan harian dan menggunakan travel agent mulai Selasa (11/10/2022) mendatang. 

"Mulai 11 Oktober, Jepang akan melonggarkan syarat perbatasan agar bisa menyamai Amerika Serikat sekaligus memberlakukan kembali perjalanan bebas visa dan perjalanan individu," kata Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (23/9/2022).

Nantinya, wisatawan juga diwajibkan sudah divaksinasi tiga dosis atau menunjukkan hasil negatif tes Covid-19 sebelum perjalanan mereka ke Negeri Sakura.  

baca juga:

Untuk diketahui, dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri Jepang, Indonesia masuk dalam daftar Visa Exemptions (pembebasan visa). Selain Indonesia, ada pula negara lainnya, antara lain Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Sebelumnya pada tahun 2019, Jepang mencatat rekor 31,88 juta wisatawan asing, tetapi jumlah tersebut anjlok menjadi sekitar 250.000 saja pada tahun 2021, lantaran pemerintah masih lakukan perbatasan Jepang. 

Namun, dalam lima bulan belakangan, jumlah pengunjung asing ke Jepang mencapai 100.000 orang. 

Dikutip dari Kyodo News, Japan National Tourism Organization (JNTO) mencatat jumlah kedatangan asing mencapai 169.800 orang pada Agustus lalu, yang mana 6,6 kali lebih tinggi dibanding Agustus 2021, meski turun 93,3 persen dari bulan Agustus sebelum pandemi 2019. 

Sementara itu, batas kedatangan harian pun telah dinaikkan secara bertahap selama enam bulan terakhir, dari yang pertama 5.000 kunjungan pada 1 Maret lalu hingga menjadi 50.000 kunjungan saat ini. 

Awalnya wisatawan pun wajib mengikuti grup wisata didampingi pemandu, kemudian dilonggarkan menjadi paket tur dengan pemandu, lalu kebijakan tanpa pemandu.

Diketahui Jepang dan China bertahan dalam melanjutkan pembatasan ketat pada kunjungan wistawan luar negeri, karena sebagian besar dunia telah melakukan gerakan new normal hingga menuju endemi Covid-19.

Namun tidak seperti Cina, Jepang tidak pernah memberlakukan penguncian yang terlalu ketat selama krisis.

Wisatawan yang datang ke Jepang pun menikmati mata uang yen yang lemah, yang telah jatuh sangat rendah terhadap dolar AS sehingga kementerian keuangan melakukan intervensi di pasar mata uang untuk pertama kalinya sejak 1998.