News

Mukjizat! Bayi Korban Banjir China Selamat meski Terkubur 24 Jam, Ternyata Berkat Ibunya

Bayi berumur 3-4 bulan itu dilemparkan ke tempat yang aman oleh ibunya, tepat saat tanah longsor menerjang rumah mereka.


Mukjizat! Bayi Korban Banjir China Selamat meski Terkubur 24 Jam, Ternyata Berkat Ibunya
Seorang bayi perempuan di desa Wangzongdian, Henan, berhasil ditarik keluar hidup-hidup setelah lebih dari 24 jam terkubur di bawah reruntuhan. (Foto: Insider) ()

AKURAT.CO, Seorang ibu di China rela mendahulukan keselamatan bayinya dengan melemparkannya ke tempat yang aman, tepat saat tanah longsor dan banjir menerjang rumah mereka. Namun nahas, nyawanya sendiri tak tertolong.

Dilansir dari BBC, hujan lebat telah memicu tanah longsor di Desa Wangzongdian di Provinsi Henan. Wilayah itu pun diterjang banjir besar akibat curah hujan yang tinggi. Setidaknya 51 orang tewas dan hampir 400 ribu orang dievakuasi dari rumah mereka.

Saat proses evakuasi, rekaman petugas yang menyelamatkan bayi viral di China. Ia diyakini berusia sekitar 3-4 bulan. Bayi perempuan tersebut berhasil ditarik keluar hidup-hidup pada Rabu (21/7) setelah lebih dari 24 jam terkubur di bawah reruntuhan.

"Saya mendengar suara bayi. Pada saat itu, tim penyelamat baru saja tiba dan berhasil menyelamatkan anak itu. Ia telah dilempar ke tempat yang lebih tinggi oleh ibunya," ungkap salah satu anggota keluarga bernama Zhao.

Bayi itu lantas dilarikan ke rumah sakit dan dipastikan tidak terluka. Nahas, jenazah ibunya ditemukan pada Kamis (22/7). Menurut tim penyelamat, jasadnya ditemukan kaku dalam posisi seperti sedang mengangkat sesuatu.

"Tepat pada saat genting itu, ia mengangkat anaknya tinggi-tinggi. Itu sebabnya bayi perempuan itu masih hidup," terang seorang petugas penyelamat bernama Yang.

Nama ibu maupun anak tersebut tidak disebutkan dalam laporan media lokal.

Baca Juga: Cerita Warga China Berjibaku Bantu Korban Banjir, Gratiskan Kamar Hotel hingga Bioskop untuk Pengungsi

Hujan dan banjir telah menimbulkan kekacauan di seluruh Provinsi Henan dalam seminggu terakhir. Jalan-jalan utama telah berubah menjadi sungai, sehingga mobil, puing-puing, bahkan manusia tersapu oleh arus yang mengalir cepat.

Di ibu kota Zhengzhou, sedikitnya 12 orang tewas ketika banjir menggenangi jalur kereta bawah tanah pada Selasa (20/7).

Menurut Zhao, tugas penyelamatan sulit dilakukan lantaran jembatan yang jadi akses utama desa terpencil itu tersapu banjir. Banyak rumah hancur oleh banjir dan hujan, sehingga nyawa penduduk desa terancam.

"Wangzongdian masih punya banyak warga lansia dan anak-anak. Kemampuan mereka untuk menyelamatkan diri sendiri sangat terbatas," keluhnya.

Tim penyelamat pada Jumat (23/7) masih berusaha menjangkau para penyintas di seluruh wilayah yang dihuni lebih dari 90 juta orang.[]