News

Mukhamad Misbakhun, Kecintaan dan Pengabdian pada Pasuruan dan Probolinggo

Mukhamad Misbakhun begitu peduli dengan daerah pemilihannya di Pasuruan-Probolinggo


Mukhamad Misbakhun, Kecintaan dan Pengabdian pada Pasuruan dan Probolinggo
Anggota DPR RI Komisi XI Mukhamad Misbakhun saat menjadi pembicara pada acara diskusi (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO Nama Mukhamad Misbakhun bisa dibilang tidak terlalu asing di telinga warga Pasuruan dan Probolinggo. Pasalnya, kepedulian Misbakhun dengan dua kota di Provinsi Jawa Timur itu membuatnya cukup dikenal di daerah pemilihannya.

Lahir di Pasuruan 51 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 29 Juli 1970 Misbakhun tumbuh besar dalam lika-liku kehidupan masyarakat desa keluarga yang sederhana. Masa kecil tokoh asli Pasuruan ini juga banyak dihabiskan di daerah yang berjuluk Kota Santri itu.

Dimulai dengan mengenyam pendidikan bangku Sekolah Dasar (SD) Bukir yang kemudian dilanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pasuruan. Lulus dari SMP, Misbakhun menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pasuruan.

Lulus SMA pada tahun 1989, Misbakhun kemudian meninggalkan tanah kelahirannya dan menuju Ibu Kota DKI Jakarta untuk melanjutkan pendidikan kuliah program Diploma III Perpajakan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

Sejatinya masa muda Mukhamad Misbakhun sudah berada di zona nyaman. Betapa tidak, di karier kerja pertamanya dia menjadi pegawai di Departemen Kementerian Keuangan RI. Karier Misbakhun di Kementerian Keuangan pun tergolong cemerlang. Salah satunya pernah ditugaskan di kantor pusat dan diperbantukan di Sekretariat Dirjen Pajak.

Kurang lebih 15 tahun bekerja sebagai PNS, tahun 2005 Misbakhun mengundurkan diri dan memilih menjadi pengusaha hingga terjun ke politik dan duduk di parlemen nasional.

Karier wirausahanya dimulai dengan mendirikan sebuah perusahaan pengolahan rumput laut, yang ia berinama PT Agar Sehat Makmur Lestari. Tanah kelahirannya Pasuruan pun menjadi lokasi yang ia pilih untuk mendirikan pabrik.

Sementara, kiprahnya di kancah politik nasional dimulai ketika terpilih jadi DPR RI pada Pemilu 2009 yang lalu. Di lima tahun pertamanya di parlemen, Misbakhun cukup dikenal kritis terhadap pemerintahan kala itu. Salah satu yang cukup mencuat saat itu, menjadi salah satu inisiator Hak Angket Century DPR RI.

Selesai di periode pertama, Misbakhun kembali mencaonkan diri di Pemilu 2014. Di periode itu, Misbakhun berangkat melalui kendaraan Partai Golkar. Misbakhun kembali terpilih kedua kalinya sebagai anggota DPR RI dari Dapil Pasuruan-Probolinggo. Ia pun ditempatkan di Komisi XI DPR RI.

Karier cemerlang di dunia politik terus berlanjut. Suami dari Eny Sulistijowati ini kembali terpilih di pemilihan legislatif 2019-2024. Di tahun ketiganya di parlemen, ada beberapa program yang dia jalankan dengan menggandeng pihak-pihak yang berkompeten.

Salah satunya bekerja sama dengan bank nasional, Misbakhun intensif meningkatkan kualitas UMKM melalui langkah pendampingan. Dia juga melakukan peningkatan dan pengembangan SDM melalui beasiswa bagi mahasiswa.

Kepedulian dan kecintaannya kepada Pasuruan dan Probolinggo pun ia wujudkan melalui sederatan program yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya penyediaan air bersih yang banyak dilakukan seperti di Pasrepan dan Kejayan di Pasuruan dan di Tongas, Probolinggo.

Ketika disinggung azas manfaat bagi warga di dapilnya, Misbakhun punya pemahaman sendiri. Menurutnya bukan masalah dirinya dipilih atau tidak dipilih saat Pileg kemarin.

"Lebih kepada keinginan saya yang kuat agar daerah pemilihan meliputi Dapil Pasuruan-Probolinggi menerima manfaat dari terpilihnya saya sebagai anggota DPR RI," ujar Mukhamad Misbakhun seperti dikutip dari Radar Bromo.[]