News

MUI: Puasa Jangan Dijadikan Alasan Tolak Vaksinasi Covid-19

Asrorun Ni'am menegaskan bahwa puasa Ramadan tidak boleh menjadi alasan untuk menolak program vaksinasi.


MUI: Puasa Jangan Dijadikan Alasan Tolak Vaksinasi Covid-19
Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Ni'am (Tangkapan layar YouTube BNPB)

AKURAT.CO, Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am menegaskan bahwa puasa Ramadan tidak boleh menjadi alasan untuk menolak program vaksinasi. Justru, kata dia, puasa menjadi momentum bagi umat Islam untuk menguatkan imunitas tubuh. Salah satunya dengan mengikuti program vaksinasi.

"Jangan sampai ibadah puasa kemudian dijadikan alasan untuk tidak mendukung program dan langkah penanganan wabah virus Covid-19. Justru harus sebaliknya," katanya dalam  acara Talkshow bertajuk "Bulan Suci Ramadan Sebagai Momentum Melindungi Diri Dari Resiko Covid-19" yang diselenggarakan Satgas Covid-19 secara virtual, Senin (12/4/2021).

MUI secara khusus telah menetapkan fatwa tentang vaksinasi. Bahkan, kata dia, MUI juga membolehkan tes swab saat puasa. Khususnya untuk keperluan yang bersifat khusus. Misalnya untuk kepentingan perjalanan dinas. Tes swab itu, kata dia, tidak membatalkan puasa.

"Demikian juga untuk kepentingan tes swab pada saat puasa. Apakah itu membatalkan puasa atau tidak, MUI juga sudah menetapkan fatwa bahwa tes swab melalui idung ataupun mulut tidak membatalkan puasa. Sekalipun kita sedang puasa, kalau ada langkah deteksi misalnya untuk perjalanan dinas, swab test bisa dilakukan," ujarnya.

Dia menjelaskan, ibadah puasa memiliki etos untuk mendekatkan diri kepada Allah sebagai bagian ikhtiar bathiniah memutus rantai penularan Covid-19. Dia mengatakan, ada poin penting yang jadi pembeda antara Ramadan tahun lalu dengan tahun ini. Dua-duanya berada dalam situasi wabah yang belum terkendali.

"Kalau tahun kemarin kemampuan untuk testing, tracing, treatment (3T) itu belum cukup kapasitasnya, kemudian kemampuan deteksi dini, vaksinasi juga belum ada dan angka absolutnya masih kecil, tapi trennya baik. Nah hari ini kemampuan 3T-nya itu sudah optimal oleh pemerintah, vaksinasi juga. Kesadaran masyarakat untuk prokes (protokol kesehatan) juga sudah jalan. Maka perlu adaptasi juga," ungkapnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu