Rahmah

MUI Longgarkan Penggunaan Masker Saat Salat Jemaah di Masjid, Dosen UIN Jakarta: Boleh, Asalkan dengan Syarat Ini

Nanang Qosim Yusuf meminta umat Islam tetap mematuhi protokol kesehatan meskipun MUI sudah melonggarkan kebijakan pemakaian masker.


MUI Longgarkan Penggunaan Masker Saat Salat Jemaah di Masjid, Dosen UIN Jakarta: Boleh, Asalkan dengan Syarat Ini
Umat Islam melaksanakan salat Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (2/4/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta Nanang Qosim Yusuf meminta umat Islam tetap mematuhi protokol kesehatan meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah melonggarkan kebijakan pemakaian masker dalam melaksanakan ibadah.  Kebijakan ini diambil dengan memperhatikan kondisi penanganan pandemi Covid-19 yang saat ini semakin terkendali. 

"Mengenai pelonggaran prokes di masjid saya setuju karena fenomena Covid setelah lebaran tidak terlalu signifikan dan cenderung melandai," ujarnya kepada AKURAT.CO, Selasa (24/5/2022).

Meskipun demikian, Nanang menyampaikan beberapa syarat ibadah yang harus diperhatikan umat Islam. 

baca juga:

Pertama, boleh membuka masker, ketika dalam keadaan sehat.

"Jadi kalau ternyata misalnya tidak sehat, lebih baik pakai masker ketika ke masjid. Tapi kalau misalnya bisa istirahat dulu di rumah, tidak apa-apa," jelasnya.

Kedua, berdoa kepada Allah SWT agar selalu diberikan kesehatan.

Ketiga, kita harus sama-sama menjaga. 

"Misalnya ada diantara jemaah yang tidak terlalu sehat, kita harus mengajak dia agar istirahat di rumah dulu. Tapi dengan bahasa yang sopan, yang tepat sehingga tidak membuat dia tersinggung seolah-olah masjid tidak boleh digunakan baginya," kata dia.

Keempat, pengurus masjid juga harus membuat pengumuman atau informasi berupa sosialisasi mengenai diperbolehkan membuka masker ketika dalam keadaan sehat.

"Kalau keadaan sakit lebih baik di rumah, atau batuk-batuk dan sebagainya," jelasnya.

"Itu menurut saya kelonggaran di masjid sudah tepat saat ini dengan catatan di atas," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (17/ Mei 2022), mengatakan bahwa Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker.

"Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker. Namun, untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik, tetap harus menggunakan masker," kata Presiden. 

Presiden menambahkan, bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, lansia, atau memiliki penyakit komorbid, Presiden Jokowi tetap menyarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas. 

"Demikian juga bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek, maka tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas," imbuhnya. []