News

MUI: Libur Bisa Digeser Kapan Saja, Tapi Bukan Waktu Lebaran, Itu Syi'ar Islam!

Menko PMK hanya sepakati 3 hari nasional yang dirubah.


MUI: Libur Bisa Digeser Kapan Saja, Tapi Bukan Waktu Lebaran, Itu Syi'ar Islam!
Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Muhammad Cholil Nafis (Twitter/@cholilnafis)

AKURAT.CO, Ketua bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Cholil Nafis mengatakan bahwa hari libur boleh saja digeser asal bukan hari Lebaran.

Hal ini disampaikannya melalui media sosial Twitter. Kata dia, apapun alasannya hari khusus lebaran tidak bisa digeser.

"Libur bisa digeser maju atau mundur silahkan saja, karena hari kerja dan bukan hari kerja sama-sama saja di rumah. Tapi waktu berlebaran tak bisa digeser apapun alasannya. Meskipun itu sunnah tapi itu syi’ar Islam," kata Cholil sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @cholilnafis pada Minggu (20/6/2021). 

"Selain otak-atik hari keagamaan juga kerumunan pasar, mall dan coffee," imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menyarankan hari libur Idul Adha harus tetap ada.

"Libur Idul Adha sebaiknya tetap ada. Jangan ditiadakan. Akan bermasalah jika ditiadakan karena terkait dengan pelaksanaan Shalat Idul Adha," kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO pada Sabtu (19/6/2021).

Menurutnya, umat Islam dapat tetap melaksanakan shalat Idul Adha dengan protokol yang ketat.

"Jika tidak memungkinkan melaksanakan di lapangan, masjid, atau mushalla bisa melaksanakan di rumah," katanya.

Namun sebagaimana diketahui, Menko PMK mengatakan ada perubahan hari libur nasional yang disepakati oleh Menteri Agama, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Menteri Ketenagakerjaan.