Lifestyle

MUI Keluarkan Fatwa Haram untuk Vaksin CanSino, Ini Alasannya

Vaksin CanSino buatan China, Convidecia, mendapatkan fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 


MUI Keluarkan Fatwa Haram untuk Vaksin CanSino, Ini Alasannya
Dokter bersiap menyuntikkan vaksin Sinovac kepada tenaga kesehatan saat di Puskesmas Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (14/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Vaksin CanSino buatan China, Convidecia, mendapatkan fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Keputusan ini tertuang dalam Fatwa MUI nomor 11 Tahun 2022 tentang hukum Vaksin COVID-19 Produksi CanSino Biologics Inc China.

Putusan fatwa ini telah ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF, dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Miftahul Huda pada 7 Februari 2022 lalu.

baca juga:

MUI menjelaskan, walaupun dalam proses produksi tidak ditemukan adanya kandungan babi dan digunakan bahan-bahan normal lainnya, vaksin CanSino ternyata memanfaatkan sel yang berasal dari ginjal embrio bayi manusia. Oleh sebab itu, vaksin ini dianggap haram dalam ajaran Islam. 

“Vaksin Covid-19 produk Cansino hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (jus' minal insa), yaitu sel yang berasal dari ginjal embrio bayi manusia," demikian bunyi fatwa yang dikutip AKURAT.CO dari laman resmi MUI, Senin (4/7/2022).

 “Setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya dan mengimbau semua pihak untuk menyerbarluaskan fatwa ini,” tegas fatwa tersebut.

Diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberi Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Convidecia yang dikembangkan CanSino Biological Inc yakni Convidencia.

Menurut hasil penelitian, efikasi vaksin Convidecia untuk perlindungan pada seluruh gejala Covid-19 adalah 65,3 persen. Sementara itu, efikasi untuk perlindungan terhadap kasus Covid-19 berat adalah 90,1 persen.

Sebelumnya, MUI juga menetapkan vaksin Covid-19 produksi Serum Institute of India Pvt bernama Covovaxmirnaty haram. Pasalnya, Covovaxmirnaty menggunakan enzim dari pankreas babi dalam proses produksinya.

Larangan penggunaan Covovaxmirnaty ini tertera dalam fatwa Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Hukum Vaksin Covid-19 Produksi Serum Institute of India Pvt yang juga ditetapkan pada 7 Februari 2022.

"Vaksin Covid-19 produksi Serum Institute of India Pvt hukumnya adalah haram karena dalam tahapan proses produksinya ada pemanfaatan enzim dari pankreas babi," demikian bunyi fatwa Nomor 10 Tahun 2022 tersebut.[]