News

MUI DKI Mau Bikin Cyber Army, Benarkah Jangan Alergi dengan Politisasi Agama?

Politik seharusnya menginternalisasi nilai-nilai mulia yang dianjurkan oleh agama


MUI DKI Mau Bikin Cyber Army, Benarkah Jangan Alergi dengan Politisasi Agama?
Dedek Prayudi (Uki) (Twitter/Uki23)

AKURAT.CO, Belakang ini muncul narasi yang menyerukan untuk alergi dengan politisasi agama. Narasi ini muncul seiring dengan adanya rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta membentuk tim siber atau cyber army. 

Direktur Eksekutif Center for Youth and Population Research (CYPR) Dedek Prayudi menyebut, nilai-nilai agama tidak untuk kepentingan politik.

"Kita ini dari tidur sampai tidur lagi begitu terus sampai kita meninggal, itu semuanya diatur oleh agama. Jangan kan politik," tulis Dedek dalam cuitannya di twitter @Uki23, Kamis (25/11/2021).

Dalam video yang dibagikan, dia mengatakan politik seharusnya menginternalisasi nilai-nilai mulia yang dianjurkan oleh agama.

"Teman-teman narasi ini tidak salah, tapi narasi ini misplace (salah menaruhkan). Misalnya semangat untuk tidak korupsi semangat untuk tidak diskriminatif, semangat memperlakukan orang secara adil dan juga toleransi itu contohnya," terangnya.

"Bukan politisasi agama, dimana agama direndahkan dan direduksi nilainya menjadi serendah alat atau komoditas politik hanya untuk jualan untuk dapat dukungan," sambungnya.

Rencana membentuk cyber army disampaikan Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar. Munahar kemudian menyampaikan harapannya agar Infokom memiliki cyber army untuk melawan orang-orang yang menghantam umat Islam. Alasannya, melawan orang yang menyerang umat Islam adalah tugas utama MUI. Selain melawan buzzer penyerang ulama, Munahar berharap cyber army ini bisa membela dan membantu Anies Baswedan.

Dia mengatakan, jika para buzzer mencari kesalahan Anies, cyber army bakal mengangkat keberhasilan Anies.

"Beliau ini termasuk 21 orang pahlawan dunia. Berita-berita saya minta MUI DKI yang mengangkatnya karena kita mitra kerja dari Pemprov DKI Jakarta," kata Munahar.[]