News

MUI DKI Bentuk Tim Siber Bela Anies dari Buzzer, Apa Tanggapan Wagub DKI?

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendukung rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta membentuk tim siber (cyber army).


MUI DKI Bentuk Tim Siber Bela Anies dari Buzzer, Apa Tanggapan Wagub DKI?
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat tiba di Gedung Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/11/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendukung rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta membentuk tim siber (cyber army) untuk membantu para ulama dan membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Menurut Ariza, semua pihak berhak untuk melakukan sesuatu yang diyakininya baik. Hal itu termasuk yang dilakukan organisasi keagamaan semacam MUI.

"Ya saya kira silakan saja ya semua organisasi punya hak dan kewajiban masing-masing apa yang diyakini, dirasa baik, silakan dikerjakan dilaksanakan semua boleh melaksanakan, apalagi organisasi keagamaan organisasi kepemudaan organisasi kemasyarakatan," katanya di Jakarta, Sabtu (20/11/2021). 

Dia tak mempersoalkan MUI DKI bahkan membuat pasukan siber untuk tujuan khusus. Saat ini, kata dia, era siber semakin bebas. Sehingga tidak lagi mengenal batas-batas kepatutan, di antaranya dengan mudah menyebarkan hoaks. 

"Apapun silakan berkreasi berinovasi membuat program-program yang baik untuk kepentingan masyarakat termasuk siber sekarang masuk zaman digital informasi, zaman media sosial," ujarnya.

Maka dari itu, dia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana interaksi yang sehat. Sehingga media sosial tidak dipenuhi dan dirusak oleh kabar bohong dan hoaks. 

Dia juga meminta masyarakat untuk selektif menerima informasi dengan memprioritaskan check & re-check. 

"Makanya saya mau mengajak masyarakat jangan kita membuat hoaks dan menyosialisasikan berita berita hoaks yang belum kita tahu. Jadi setiap ada berita informasi di media sosial harap dicerna, dicek kembali sebelum kita menyebarluaskannya," ungkapnya.

Dia menambahkan, setiap informasi hoaks yang disebarluaskan, maka penyebar informasi telah menyesatkan orang lain. Di sisi lain, kata dia, sebagai pemeluk agama, informasi hoaks yang disebarluaskan menyebabkan ganjaran dari Tuhan.