Rahmah

MUI Beri Penjelasan Soal Larangan Makan Berlebihan dalam Islam

Agama Islam melarang umatnya agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan.


MUI Beri Penjelasan Soal Larangan Makan Berlebihan dalam Islam
Makanan (Freepik/KamranAydinov)

AKURAT.CO Di zaman yang serba modern ini, semua hal dapat diperoleh dengan mudahnya. Seperti  makanan siap saji yang banyak ditemukan di supermarket sekitar kita.

Meskipun demikian, banyaknya makanan ternyata membuat pola makan manusia tak teratur. Padahal agama Islam sendiri melarang umatnya agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan. Alasannya seperti apa? Ini penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dilansir dari laman resmi MUI, disebutkan dalam kitab Mu‘jam Alfâz Al-Qur’ân Al-Karîm karya Muhammad ‘Ali an-Najjâr tercatat bahwa lafaz al-isrâf (sikap berlebihan) disebutkan sebanyak 23 kali dengan segala derevasinya dalam Al-Qur'an. 

baca juga:

Selain itu, lafaz al-isrâf di dalam Al-Qur'an selalu disebut merujuk pada konteks negatif dan terlarang dengan makna yang berkisar keluar dari batas keseimbangan. Sikap ini bisa dalam bentuk apa saja, seperti dalam berinfak 

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al Furqan ayat 67 sebagai berikut:

وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.”

Tak hanya itu, sikap berlebihan juga dalam melakukan dosa pada surat Ali Imran ayat 147.

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ اِلَّآ اَنْ قَالُوْا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِيْٓ اَمْرِنَا وَثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

“Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

Begitu juga dalam hal berlebihan mengonsumsi makanan atau minuman, baik karena terlalu sedikit atau terlalu banyak. Seperti firman Allah SWT dalam surat Al Araf ayat 31. 

۞ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Berkaitan dengan konsep kesehatan, Ibnu ‘Âsyûr berpendapat dalam kitabnya at-Tahrîr wat-Tanwîr, ayat di atas terdapat prinsip-prinsip pemeliharaan kesehatan, khususnya mengenai makanan. Perintah tersebut berupa anjuran dan tuntunan untuk tidak berlebihan dalam makan dan minum, bukan sebagai bentuk pengharaman.

Hal ini disebabkan pada ayat berikutnya yaitu 32, Allah SWT menegaskan tidak boleh seseorang mengharamkan karunia-Nya yang telah diberikan dan rezeki-Nya yang baik-baik. Wallahu A'lam Bishawab. []