Rahmah

MUI Beberkan 5 Langkah Mentashih Konten Keislaman

MUI Beberkan 5 Langkah Mentashih Konten Keislaman
Logo MUI (Humas MUI)

AKURAT.CO Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Arif Fahrudin, menguraikan lima langkah untuk membangun ekosistem tashih konten keislaman.

Dikutip AKURAT.CO, Kamis (1/12) ia menyebut, yang pertama, konsolidasi penulis konten keislaman kebangsaan.

"Media punya peran sangat penting untuk menyebarkan informasi atau kegiatan yang kita buat sehingga apa yang ingin disampaikan bisa diketahui khalayak umum," katanya.

baca juga:

Kedua, lanjutnya, kedaulatan sistem informasi. Sekarang, lanjutnya, semua orang bisa memproduksi konten dan informasi.

“Kita berada dalam era tsunami informasi. Semua platform media sosial dimiliki oleh negara-negara Barat. Dunia Islam hanya menjadi ladang konsumen saja,” jelasnya.

Arif kemudian melanjutkan yang ketiga, yaitu penguatan sinergi jejaring intelektual pondok pesantren dan perguruan tinggi.

Menurutnya, perlu ada pertemuan intelektual pesantren dan perguruan tinggi yang intensif sehingga mereka membuat konten dan kontennya bisa dipertanggungjawabkan.

Keempat, imbuh dia, penguatan literasi konten keislaman dan kebangsaan. Keislaman dan kebangsaan adalah dua hal yang saling melengkapi dan jangan dibentur-benturkan.

Kelima, capacity building SDM pentashih konten keislaman. “Kita perlu melakukan pelatihan-pelatihan level dasar, menengah, dan lanjut- untuk meningkatkan kapasitas masyarakat,” katanya.

Ia berharap, dengan lima langkah ini ekosistem pentashihan konten keislaman efektif sehingga menghasilkan konten-konten yang wasathiyyah, yang dapat bermanfaat bagi umat.[]