News

Muhammad Fauzi Wanti-wanti ASN Tak Tergoda Politik 

Muhammad Fauzi Wanti-wanti ASN Tak Tergoda Politik 
Anggota DPR RI Muhammad Fauzi (Dok. Pribadi)

AKURAT.CO, Memasuki tahun politik 2023, anggota DPR RI Muhammad Fauzi mewanti-wanti agar ASN tetap bekerja secara profesional menyelesaikan program pemerintah,  tidak ikut-ikutan berpolitik. 

"Biarlah politik kami para politisi yang mengurusnya sehingga demokrasi di negeri ini berjalan lebih baik, lebih sehat dan berkualitas," kata Fauzi dalam pesan tertulisnya di Jakarta, Kamis (6/10/2022). 

Dikatakan Fauzi, ASN tetap memiliki hak pilih untuk menyalurkan aspirasinya dalam pemilu. Memilih para pemimpin mulai dari kepala daerah, wakil rakyat hingga presiden yang sesuai dengan aspirasi mereka. 

baca juga:

Menurut anggota Komisi V DPR ini, jika para ASN sibuk berpolitik maka pelayanan kepada masyarakat dikhawatirkan akan terganggu. Rakyat pada akhirnya yang dirugikan. 

Oleh karena itu, lanjut Fauzi, para ASN tetap fokus pada tugas utamanya. Menyelesaikan berbagai program unggulan mereka. Tidak tergoda oleh suasana politik yang akan menguat di tahun depan. 

"Kalau pun ada kelompok  yang menarik-narik ke politik, para ASN harus konsisten dan kerkomitmen menolak ajakan tersebut," tandas politi Partai Golkar ini. 

Kekhawatiran Fauzi terhadap netralitas ASN ini cukup berasalan. Jika dilihat dari data Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) banyak terjadi pelanggaran. Terdapat 917 pelanggaran netralitas ASN  pada Pilkada 2020. 

Pelanggaran paling banyak ternyata para ASN memberikan dukungan kepada salah satu paslon melalui media sosial. Jumlahnya mencapai 484 kasus. Lalu ada 150 pelanggaran karena ASN menghadiri acara kampanye partai politik. Sebanyak 103 kasus melakukan pendekatan ke partai, alu 110 kasus ASN menyatakan mendukung partai, dan 70 kepala desa mendukung salah satu paslon. 

Pada pemilu 2024 , Badan Pengawas Pemilu memprediksi pelanggaran netralitas oleh ASN akan tetap terjadi. Pasalnya para ASN dimobilisasi oleh kepentingan politik tertentu guna memenangkan para kandidat.[]