Ekonomi

Mudik Gratis BUMN Batal, Anggarannya Akan Dialihkan ke Penanganan Covid-19


Mudik Gratis BUMN Batal, Anggarannya Akan Dialihkan ke Penanganan Covid-19
Pemudik menggunakan sepeda motor yang diangkut gratis kapal angkut barang saat tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/6). Sebanyak 292 unit sepeda motor tersebut merupakan program mudik gratis bagi para penumpang yang diangkut menggunakan kapal KM Camara Nusantara 1 dari Jawa Tengah. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Staf Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengungkapkan bahwa dana yang semula akan digunakan untuk program mudik gratis bersama BUMN akan dialihkan untuk untuk kesehatan masyarakat ditengah wabah COVID-19. Hal itu menyusul dibatalkannya program mudik gratis BUMN 2020 yang direncanakan memulangkan 275 ribu pemudik ke kampung halamannya masing-masing.

Arya menyebutkan, berdasarkan arahan Menteri BUMN maka program mudik yang sudah digelar selama bertahun-tahun itu dibatalkan lantaran masyarakat dihimbau untuk tetap berada dirumah masing-masing. Demikian dilakukan agar masyarakat melakukan isolasi diri dirumah sehingga bisa mencegah penyebaan COVID-19.

"Untuk itu karena kita meniadakan mudik maka yang selama ini dana-dana yang dipakai untuk mudik gratis yang bagian dari CSR BUMN akan dialihkan dan diprioritaskan untuk kesehatan dalam hal ini prioritas kita menghadapi corona maka dana tersebut akan diprioritaskan dana mudik ini untuk menghadapi corona gitu," tutur Arya dalam pesan singkatnya, Minggu (29/3/2020). 

Masih dengan arahan Erick, Arya pun meminta semua masyarakat untuk bergotong royong dalam menghadapi wabah virus asal Wuhan, China ini. 

"Kita berharap corona ini bisa juga selesai dan kita semua wartawan dan semuanya bisa jaga kesehatan karena semua dan kita semua diberikan oleh bangsa ini untuk sama-sama dan bersatu. Pesan pak erick utk kita semua bergotong royong utk selesaikan masalah ini. Tanpa gotong royong tdk akan selesai masalah ini. Kuncinya adalah gotong royong dan bersama sama bersatu lawan corona," tutur Arya.

Sementara itu sebelumnya, pengamat sektor transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengharapkan pemerintah bisa mengalihkan alokasi Anggaran Mudik Gratis tahun ini ke dalam bantuan sembako Lebaran bagi mereka yang terdampak COVID-19.

"Jika nantinya memang diputuskan ditiadakan program Mudik Gratis, maka Anggaran Mudik Gratis dapat dialihkan kepada pemudik dalam bentuk voucher bantuan sembako Lebaran. Masyarakat yang mengikuti program Mudik Gratis tahun lalu lebih diprioritaskan. Data pemudik gratis itu masih ada dan bisa digunakan untuk pemberian bantuan itu," kata Djoko Setijowarno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (28/3/2020).

Menurut dia, pemerintah dapat bekerja sama pula dengan pengusaha mini market, sehingga voucher tersebut mudah ditukarkan ke mini market terdekat.

Djoko yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat itu mengingatkan masyarakat agar jangan mudik. "Keputusan tidak mudik Lebaran tahun ini oleh Presiden sangat dinanti. Sementara ini, masyarakat memang diimbau tidak mudik Lebaran untuk menghindari meluasnya virus corona," jelas Djoko.[]