Rahmah

Mudah Dilakukan, Kata Gus Mus Ini Resep agar Diberi Umur Panjang dan Berkah

Bagi yang ingin mendapatkan rezeki lancar, maka kata Gus Mus jangan pernah memutus hubungan kekerabatan.


Mudah Dilakukan, Kata Gus Mus Ini Resep agar Diberi Umur Panjang dan Berkah
KH Ahmad Mustofa Bisri (Tangkapan Layar YouTube GusMus Channel)

AKURAT.CO Cendekiawan Muslim KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang lebih akrab disapa Gus Mus memberikan penjelasan tentang cara mendapatkan rezeki lancar dan umur yang berkah. Hal itu disampaikan Gus Mus dalam tayangan Ngaji Hemat 'Jimat Gus Mus' dari YouTube GusMus Channel, diunggah 24 November 2021.

Gus Mus melanjutkan keterangannya, bahwa  diriwayatkan dari Sahabat Anas bin Malik RA, ia berkata, Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang suka jika rezekinya dilapangkan atau suka jika (pengaruh) hidupnya dipanjangkan, maka hendaklah ia bersilaturahim dengan kerabatnya.

Silaturahim, kata Gus Mus merupakan bahasa Indonesia.  Artinya menyambung (tidak memutus) hubungan keluarga.

baca juga:

Karena itu, bagi yang ingin mendapatkan rezeki lancar, maka kata Gus Mus jangan pernah memutus hubungan kekerabatan. Begitu juga jika seseorang ingin mendapatkan umur yang berkah, dia harus menjaga tali persaudaraan tersebut.

"Jangan malah memutus hubungan kekerabatan. Aslinya saudara, tapi malah dimusuhi, tidak pernah dihubungi, tidak pernah dikunjungi, tidak pernah ditegur itu memutus sanak kerabat namanya," kata Gus Mus.

"Zaman modern ini juga menjauhkan seseorang dengan kerabatnya, jadi jauh. Ada orang yang baik sama temannya, tapi sama saudaranya tidak baik. Padahal kalau kamu mau menyambung kekerabatan rezekimu jadi lapang, umurmu berkah," papar Gus Mus.

Hal ini, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al Baqarah 286:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفۡسًا اِلَّا وُسۡعَهَا ‌ؕ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا اكۡتَسَبَتۡ‌ؕ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ اِنۡ نَّسِيۡنَاۤ اَوۡ اَخۡطَاۡنَا ‌ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَاۤ اِصۡرًا كَمَا حَمَلۡتَهٗ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِنَا ‌‌ۚرَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ‌ ۚ وَاعۡفُ عَنَّا وَاغۡفِرۡ لَنَا وَارۡحَمۡنَا ۚ اَنۡتَ مَوۡلٰٮنَا فَانۡصُرۡنَا عَلَى الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ

Laa yukallifullaahu nafsan illa wus’ahaa. Lahaa maa kasabat wa ‘alaiha maaktasabat. Robbanaa laa tu aakhidznaa innasiinaa au akhtho’naa. Robbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishron kamaa hamalta-hu, ‘alalladziina min qoblinaa. Robbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thoo-qotalanaa bihi. Wa’fu ’anna waghfirlanaa warhamnaa. Anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal-qoumil-kaafiriin.

Artinya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir." Wallahu A'lam Bishawab. []