Rahmah

Mudah! Begini Cara Abu Nawas Selesaikan Masalah Emak-emak Rebutan Bayi

Pada suatu ketika, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid mendapati masalah dua ibu-ibu yang sedang memperebutkan seorang anak yang masih bayi.


Mudah! Begini Cara Abu Nawas Selesaikan Masalah Emak-emak Rebutan Bayi
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO  Abu Nawas dikenal sebagai penyair cerdik yang memiliki selera humor tinggi. Meskipun tingkahnya yang nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang cerdas.

Hingga kini, banyak kisah-kisah lucu Abu Nawas yang mampu mengocok perut bagi setiap orang yang membacanya. Seperti kisah Abu Nawas yang dikutip dari NU Online ini.

Dikisahkan pada suatu ketika, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid mendapati masalah dua ibu-ibu yang sedang memperebutkan seorang anak yang masih bayi. Mereka  saling ngotot dan bersikeras mengakui bayi tersebut adalah anaknya. 

baca juga:

Masalah tersebut kian besar ketika Baginda Raja sudah melakukan berbagai cara  dengan harapan diantara kedua ibu tersebut ada yang mau mengalah. Begitu juga dengan sang Hakim yang telah menyerah dan tidak bisa memutuskan perkara tersebut.

Tidak mau masalah tersebut semakin melebar, khirnya Baginda Raja memanggil Abu Nawas ke istana. Baginda berharap Abu Nawas dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Singkat cerita, Abu Nawas didatangkan ke istana. Ia lalu dijelaskan soal duduk perkaranya. Setelah ia mengetahui permasalahan tersebut, Abu Nawas menyiapkan seorang algojo yang sudah siap dengan hunusan pedangnya.

Dengan begitu, bayi yang diperebutkan dua ibu tersebut kemudian dibaringkan di sebuah meja. Saat itu juga masyarakat dan pihak kerajaan merasa penasaran apa yang hendak dilakukan oleh si cerdik Abu Nawas ini.

"Para hadirin sekalian, sebelum saya mengambil tindakan atas perkara ini, apakah salah satu dari ibu bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?" ujar Abu Nawas.

"Tidak, bayi itu adalah anakku," ucap kedua ibu itu serentak.

"Baiklah kalau begitu, jika kalian tidak ada yang mau mengalah, maka dengan terpaksa, saya membelah bayi itu menjadi dua sama rata," kata Abu Nawas dengan algojo yang sudah siap melaksanakan tugasnya.

Tak disangka-sangka, perempuan pertama girang bukan kepalang atas apa yang hendak dilakukan Abu Nawas terhadap bayi itu. Sementara perempuan kedua menjerit histeris seperti mau pingsan.

"Wahai Tuan, jangan, tolong jangan dibelah bayi itu. Biarlah aku rela bayi itu seutuhnya diserahkan kepada perempuan itu," kata perempuan kedua sambil menangis haru di depan Abu Nawas.

Setelah melihat respons perempuan kedua, Abu Nawas tersenyum lega. Dengan begitu, misteri tentang kepemilikan bayi tersebut dapat terkuak. 

Setelah itu, Abu Nawas segera mengambil bayi tersebut dan langsung menyerahkan kepada perempuan kedua. Ia juga minta agar perempuan pertama dihukum sesuai dengan perbuatannya. Sebab tak ada ibu yang tega menyaksikan anaknya hendak disembelih. Lebih-lebih lagi jika harus dilakukan di depan mata mereka. []