Ekonomi

MPU: Langkah Migrasi Sistem Bank Syariah Perlu Didukung

MPU Aceh dorong langkah migrasi sistem Bank Syariah Indonesia, selain itu mengimbau masyarakat Aceh tidak memberikan kecaman ke lembaga keuangan syariah


MPU: Langkah Migrasi Sistem Bank Syariah Perlu Didukung
Pegawai Mandiri Syariah tengah melayani nasabah pada hari pelanggan di digital branch Thamrin, Jakarta, Kamis (3/9/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk. Faisal Ali mengemukakan bahwa, Aceh perlu bersyukur bahwa lembaga keuangan syariah, khususnya perbankan, telah beralih ke sistem syariah. Meskipun, kewajiban yang diatur dalam LKS Qanun baru jatuh pada tahun 2022. 

“Kita perlu memberikan apresiasi yang tinggi dan atas hal tersebut kita perlu bersabar, mendorong dan memberikan dukungan kepada bank syariah untuk memigrasikan layanan dan sistemnya,” ujar Tgk. Faisal Ali dalam diskusi di salah satu media Aceh pada Jumat (7/8/2021). 

Tgk. Faisal mengimbau kepada masyarakat Aceh untuk tidak mudah memberikan kecaman kepada lembaga keuangan syariah sebab, proses perubahan sistem bukan sesuatu yang mudah dilakukan dan membutuhkan energi yang luar biasa. 

Dalam mengimplementasikan layanan keuangan syariah, membutuhkan perhatian dan kerja keras seluruh pihak dan tidak hanya menjadi pihak bank. Menurut Tgk. Faisal, semua masyarakat perlu berpartisipasi. 

“Bentuknya apa, harus sekeras-kerasnya untuk bersabar, dan terus mendorong serta memberikan dukungan kepada lembaga-lembaga keuangan itu dalam memperbaiki kelemahan-kelemahan. Jadi, jangan permasalahan teknologi, mudah sekali kita mengecam bahwa ini tidak syariah dan lain sebagainya. Kita harus mengakui dan memahami bahwa mengubah sistem bukan hal yang mudah,” ujar Tgk. Faisal. 

Melalui komitmen dan sumberdaya untuk mempersiapkan sistem, lanjut Tgk. Faisal, pada suatu saat rakyat Aceh dan Indonesia pada umumnya, akan melihat kenyamanan dan kedamaian dalam melakukan transaksi dengan perbankan syariah.

Sebelumnya, Head of Corporate Communication PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Eko Nopiansyah menyampaikan bahwa, BSI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat Aceh. Saat ini BSI membutuhkan waktu untuk mengintegrasikan semua sistem yang sudah menerapkan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Terkait dengan layanan mesin ATM, lanjut Eko, BSI juga sedang berusaha keras untuk mengatasi berbagai persoalan yang dikeluhkan nasabah.

“Saat ini kami sudah menerjunkan 31 tenaga ahli di bidang Teknologi Informasi untuk mempercepat proses migrasi mesin anjungan tunai mandiri (ATM),” kata Eko saat bersilaturahmi dengan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh di Sekber Coffe di bilangan Simpang Lima, Banda Aceh, Jum’at (7/5/2021).

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co