News

MPR: Pengetatan Persyaratan Larangan Mudik Bagian dari Pengendalian Covid-19

Penerbitan adendum Surat Edaran No. 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 2021


MPR: Pengetatan Persyaratan Larangan Mudik Bagian dari Pengendalian Covid-19
Ilustrasi - Mudik (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat berpandangan jika, pengetatan persyaratan perjalanan dalam negeri sebelum dan sesudah masa larangan mudik, harus dimaknai sebagai upaya pencegahan yang terukur agar sebaran Covid-19 di tanah air bisa terkendali.

"Kita harus memahami upaya pengetatan persyaratan tersebut sebagai bagian dari pengendalian Covid-19 di saat terjadi potensi pergerakan masyarakat dari satu daerah ke daerah lain," ujar Lestari sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulis, Kamis (22/4/2021).

Satuan tugas penanganan Covid-19 menerbitkan adendum Surat Edaran No. 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Dalam adendum surat tersebut, Satgas Covid-19 mengumumkan pengetatan persyaratan perjalanan pada H-14 hingga H+7 larangan mudik yang telah ditetapkan antara 6-17 Mei 2021, sehingga pengetatan perjalanan berlaku mulai 22 April hingga 24 Mei 2021.

Menurut Lestari, untuk mengefektifkan pemberlakuan kebijakan tersebut Pemerintah harus segera melakukan sosialisasi yang masif mengingat kebijakan itu diterbitkan di saat sebagian masyarakat melakukan mudik lebih awal.

"Setiap perubahan kebijakan, harus segera disampaikan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak mendapatkan informasi yang sesat," paparnya.

Di sisi lain, lanjut Lestari, para pemangku kepentingan di daerah harus segera merespon kebijakan yang diterbitkan Satgas Covid-19 di tingkat pusat tersebut.

Kemudian Lestari juga menerangkan, berdasarkan standar WHO, sebaran Covid-19 masih jauh dari terkendali. Berdasarkan kondisi tersebut, Lestari menegaskan, langkah pengetatan yang diumumkan Satgas Covid-19 itu cukup beralasan.

"Disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan, harus menjadi norma baru dalam keseharian masyarakat," tegasnya.

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu