Ekonomi

Moratorium Mal di Jakarta Bikin Pengembang Lakukan 3 Alternatif Ini


Moratorium Mal di Jakarta Bikin Pengembang Lakukan 3 Alternatif Ini
Lalu lintas kendaraan saat melewati kawasan perkantoran Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (22/3/2019). Berdasarkan hasil kajian agen properti online Spacestok, tingkat keterisian perkantoran di area Central Business District (CBD) di Jakarta pada tahun ini diprediksi mencapai 73 persen, atau naik 0,7 persen dibandingkan tahun 2018. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Adanya moratorium pembangunan mal baru sejak 2012, membuat para pengembang di Jakarta melakukan tiga langkah alternatif dalam berekspansi.

Moratorium yang dimaksud tersebut berarti pengembangan terbatas bagi para pengembang, dan peluang ekspansi terbatas untuk ritel.

"Moratorium yang membatasi pengembang ritel untuk berekspansi memberikan tiga alternatif agar mereka tetap dapat melakukan ekspansi," ujar Head of Research JLL Indonesia James Taylor dalam paparannya, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Menurut James, alternatif pertamanya adalah melakukan ekspansi di luar Jakarta terutama wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Ia mencontohkan AEON Mall yang sudah terbangun di BSD, Tangerang Selatan dan Jakarta Garden City (JGC).

Alternatif kedua, pengembang menyiasatinya dengan menjadi bagian dari pengembangan mixed-use. "Seperti Menara Jakarta dan Southgate," lanjut James.

Alternatif ketiga, ritel-ritel pendukung menempati gedung perkantoran. "Seperti di Indonesia 1, UOB Thamrin, World Capital Tower," tuturnya.

James menambahkan, tingkat okupansi pusat perbelanjaan diperkirakan akan sedikit menurun di 2021. Pasalnya, ada beberapa pusat perbelanjaan baru yang akan selesai dibangun.

"Namun (okupansi) akan terus meningkat di tahun setelahnya begitu juga dengan harga sewa," pungkasnya.

Sekadar informasi, moratorium pembangunan mal baru di Jakarta diberlakukan melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta tentang moratorium Pemberian Izin Pembangunan Pusat Perbelanjaan, Pertokoan/Mal dengan luas lahan Lebih dari 5.000 m2. Tercatat, hingga 2020 masih akan ada tujuh mal yang akan dibangun di wilayah Jakarta. []