Ekonomi

Monitoring PMK di Sumedang, Mentan Gelar Vaksinasi ke Hewan Ternak

Pelaksanaan vaksinasi ini merupakan rangkaian penanganan pemerintah dalam menekan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Monitoring PMK di Sumedang, Mentan Gelar Vaksinasi ke Hewan Ternak
Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan monitoring sekaligus menggelar vaksinasi hewan-hewan ternak di CJM Farm, Jalan Pamagersari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada pada Sabtu (2/6/2022). (Dok. Kementan RI)

AKURAT.CO Kementerian Pertanian pada Sabtu (2/6/2022) melakukan monitoring sekaligus menggelar vaksinasi hewan ternak di CJM Farm, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pelaksanaan vaksinasi ini merupakan rangkaian penanganan pemerintah dalam menekan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bila pemerintah akan terus melakukan pengobatan dan penyemprotan kandang sebagai upaya untuk menekan penularan PMK.

"Alhamdulillah disini sapi yang sembuh dalam pengobatan yang dilakukan mencapai 98 persen. Intinya semua upaya ini merupakan perintah Bapak Presiden dan kami di Kementan bersama pemerintah daerah akan bekerja keras," kata Syahrul dalam keterangannya, Senin (4/6/2022).

baca juga:

Mengenai hal ini, Mentan menyampaikan terimakasih atas perhatian dan kontribusi besar semua pihak dalam menangani PMK. Diantaranya kolaborasi dengan Polri dan TNI yang membantu melakukan pengawasan.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyampaikan terimakasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap PMK di Kabupaten Sumedang. Menurut dia, berdasarkan data yang ada total sapi yang sembuh PMK sudah mencapai 629 ekor.

Sedangkan sapi mati 9 ekor dan sapi potong paksa mencapai 39 ekor. Adapun total keseluruhan sapi mencapai terkena pmk sebanyak 1800 ekor.

"Kita terus berupaya menangani PMK bersama-sama. Terimakasih kepada Bapak Menteri dan jajaran yang selama ini memberi perhatian khusus terhadap Kabupaten Sumedang," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat, Moh Arifin Soedjayana, mengatakan bahwa upaya pemerintah pusat dalam menangani PMK dinilai sudah tepat, mengingat saat ini proses vaksinasi, pengobatan samapai penyemprotan disinfektan terus dilakukan.

"Gerak dan langkah cepat oleh pusat dan provinsi sudah berjalan dengan baik. Insya Allah Provinsi Jawa Barat mampu mengendalikan PMK. Bahkan sampai saat ini penjualan sapi jelang Idul adha masih stabil dan tidak berkurang, juga tidak naik," ujarnya.