Lifestyle

Moms, Janin Ternyata Juga Bisa Menangis Lho

Janin menangis di dalam rahim berhubungan dengan perilaku menangis, bukan karakteristik suaranya.


Moms, Janin Ternyata Juga Bisa Menangis Lho
Foto janin (FREEPIK)

AKURAT.CO  Bayi berlatih mengisap dan menelan saat masih dalam kandungan. Itu sebabnya bayi sudah tahu apa yang harus dilakukannya saat disusui oleh ibunya. Lalu, apakah bayi menangis di dalam kandungan? 

Ya, ternyata bayi juga bisa menangis saat masih berada dalam rahim. Namun, bukan menangis seperti pada umumnya. Perlu diketahui bahwa ada komponen non-vokal dan vokal dalam tangisan. Pada saat janin menangis, dia menunjukkan sisi non-vokal dari tangisan (gerak-gerik dan ekspresi wajah).

Melansir Healthline, menangis di dalam rahim berhubungan dengan perilaku menangis, bukan karakteristik suaranya. Bayi tidak dapat terdengar menangis sampai mereka bersentuhan dengan udara. Oleh sebab itu, para ilmuwan pun hanya mempelajari perilaku dan respons fisik kompleks yang menyebabkan tangisan.

Sebelumnya, hanya empat perilaku janin yang telah terbukti ada, termasuk keadaan tenang, aktif, tidur, dan terjaga. Namun, pada tahun 2005 peneliti Selandia Baru mengungkapkan keadaan baru, yang disebut sebagai perilaku menangis. Dalam hasil penelitiannya, peneliti Selandia Baru menunjukkan video ultrasound tentang apa yang ditafsirkan sebagai janin yang menangis. Mereka memecah tangisan menjadi beberapa gerakan tubuh dan pernapasan (bukan suara) untuk memastikan bahwa janin itu menangis.

Penelitian ini menemukan bahwa di usia 20 minggu, janin dapat melakukan semua tindakan yang diperlukan untuk menangis, termasuk:

  • Memanjangkan lidah
  • Mengoordinasikan upaya pernapasan yang lebih kompleks
  • Membuka rahang
  • Menggerakkan mulut
  • Dagu gemetar
  • Menelan

Pada usia 24 minggu atau lebih, janin dapat menangis. Studi yang sama melaporkan bahwa satu-satunya tangisan yang terdengar saat bayi masih berada dalam rahim disebut vagitus uterinus. Ini fenomena langka dan bisa terjadi kala operasi dimana udara masuk ke dalam rahim. 

Intinya, tangisan bayi dalam rahim merupakan tonggak perkembangan yang penting pada bayi. Itu artinya bayi berkembang dengan baik, sebab sistem saraf dan tubuhnya mampu bekerja untuk menciptakan satu siklus tangisan, mulai dari menangis hingga berhenti.

Selain, janin menangis bukan karena kesakitan melainkan sebagai respon terhadap rangsangan luar yang negatif, sepeti suara keras. Adapun janin menagis hanya selama 15-20 detik saja.