Lifestyle

Moms, Ini Frekuensi Menyusu Si Kecil Usia 0-6 Bulan

Frekuensi pemberian ASI atau menyusu tergantung permintaan bayi. Penelitian pun mendukung nilai memberi makan sesuai permintaan Si Kecil.


Moms, Ini Frekuensi Menyusu Si Kecil Usia 0-6 Bulan
Ilustrasi - frekuensi menyusu (FREEPIK)

AKURAT.CO, Air susu ibu (ASI) adalah sumber gizi utama untuk bayi hingga usia enam bulan. Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi untuk tumbuh dan berkembang. Beberapa contoh diantaranya, kolostrum (ASI pada hari pertama hingga kelima) kaya protein, laktosa ASI sebagai sumber karbohidrat diserap lebih baik dibanding yang terdapat di dalam susu formula.

Proses inisiasi menyusui dini dijalankan dalam satu jam pertama sejak bayi lahir, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Biasanya, ini berlangsung kurang lebih selama 15 menit. Sejak saat itu, bayi harus secara intensif diberikan ASI. Setelah pemberian ASI pertama kali, bayi akan menyusu lagi dua hingga dua setengah jam. 

Ingat, kebutuhan bayi laki-laki dan perempuan sama, yakni untuk minggu pertama sebanyak 80-100 mililiter per kilogram berat badan per hari, menurut dr Lucy Savitri, Sp.A. Jadi, frekuensi menyusu semua bayi juga sama. 

Berikut AKURAT.CO uraikan jadwal pemberian ASI menyusu kepada bayi berusia di bawah enam bulan: 

Usia 0-2 Bulan

Pada usia ini, ASI lebih mudah dicerna sehingga bayi lebih banyak menyusu. Selama satu bulan, bayi akan menyusu delapan hingga 12 kali sehari. Pada saat bayi berusia satu hingga dua bulan, bayi mungkin akan menyusu tujuh hingga sembilan kali sehari.

Selama beberapa minggu pertama kehidupannya, Moms mungkin akan menyusui sesuai keinginan Si Kecil, dan biasanya terjadi setiap satu hingga tiga jam sekali, termasuk pada malam hari. Seiring bertambahnya usia, jadwal menyusu Si Kecil akan lebih tertata. 

Usia 3 Bulan

Bayi berusia tiga bulan kemungkinan besar akan lebih sering menyusu pada siang hari, dibandingkan malam hari. Meski begitu, pemberian ASI pada malam hari tetap harus dilakukan meski mungkin sudah berkurang banyak. Intinya, pemberian makan dilakukan 6 sampai 8 kali dalam 24 jam, dengan rentang waktu kurang lebih 2,5 hingga 3,5 jam.

Usia 4-5 Bulan

Jadwal pemberian ASI pada bayi usia empat hingga lima bulan biasanya dilakukan tiga hingga empat jam sekali. Jadi, frekuensi pemberian ASI di usia ini juga terjadi sekitar enam sampai delapan kali dalam 24 jam, sama seperti bayi usia tiga bulan.

Usia 6 Bulan

ASI tetap menjadi makanan terpenting meski bayi sudah berusia enam bulan. Jadi, pemberian ASI tetap harus diberikan namun frekuensinya menurun hingga hanya empat hingga enam kali dalam sehari. Sementara untuk lama waktu menyusui bayi usia 6 bulan, bisa berkisar antara lima hingga enam jam sekali.

Ingat, frekuensi pemberian ASI atau menyusu tergantung permintaan bayi. Penelitian pun mendukung nilai memberi makan sesuai permintaan Si Kecil. Adapun  pemberian ASI pada Si Kecil juga dipengaruhi apakah bayi diberi susu formula atau tidak.[]