Lifestyle

Moms, Dongeng Ternyata Bisa Perlancar Komunikasi Antar Kakak dan Adik

Psikolog klinis Dra. Ratih Ibrahim, M.M. mengatakan dalam berdongeng upayakan saling menimpali


Moms, Dongeng Ternyata Bisa Perlancar Komunikasi Antar Kakak dan Adik
Mendongeng untuk si kecil (Kinder Care)

AKURAT.CO, Para orangtua tentu sudah tahu bahwa mendongeng banyak manfaatnya untuk anak. Oleh sebab itu, Moms disarankan untuk mendongeng sejak anak berusia dini. Mendongeng sendiri tidak boleh asal-asalan.

Ada banyak yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah dongeng yang disampaikan. Mom tentu harus memastikan dongeng tersebut menarik, mendidik dan gampang dipahami oleh Si Kecil. 

Lalu, bagaimana jika Moms memiliki banyak anak? Apakah cerita untuk si kakak dan adik boleh disatukan?.

Psikolog klinis Dra. Ratih Ibrahim, M.M., menyatakan hal tersebut bukanlah masalah. Pada saat mendongeng, Mom akan dapat mengembangkan cerita sehingga sesuai untuk semua semua anak, mulai dari si sulung hingga bungsu.  

"Fokusnya kepada yang paling muda tentunya. Nanti, kakak-kakaknya biasanya mengikuti. Pada saat kita mendongeng, kita akan masuk kedalam irama yang bisa untuk kakak, buat adiknya, buat adiknya lagi," kata psikolog klinis Dra. Ratih Ibrahim, M.M, dalam konferensi pers virtual Nestlé Dancow Nutritods “Dongeng Aku dan Kau: Indonesia Mendongeng 2021," Kamis (2/9/2021). 

Mom, Mendongeng Ternyata Bisa Memperlancar Komunikasi Antar Kakak dan Adik - Foto 1
Mendongeng untuk Si Kecil harus dilakukan sejak dini  Konfernsi pers Nestlé Dancow 

Proses mendongeng malah akan lebih menarik, sebab kakak dan adik akan lebih banyak berinteraksi. Misalnya, adik bertanya lalu kakaknya akan menimpali dengan pertanyaan lain, atau malah memberi jawaban. Ratih menilai hal ini sangat bagus karena bisa mempererat ikatan dan memperlancar komunikasi antara kakak dan adik. 

"Yang umur satu tahun itu biasanya akan ikutin aja dengan pertanyaan yang lucu-lucu. Nanti ditimpalin kakaknya dengan ide-ide dan persepsi yang mungkin berbeda dan lebih mateng, ya ditimpalin aja," ujar Ratih. 

"Malah jadi keren bunda sama ayah karena sesaudara saling belajar untuk bisa berkomunikasi bareng," imbuhnya. 

Jadi tidak apa-apa ceritanya disatukan. Mom bahkan bisa menambahkan lebih banyak karakter-karakter yang sesuai dengan usia dari si buah hati. Jadi, mereka bisa saling berargumen satu sama lain tentang karakter-karakter tersebut. 

"Biasanya anak juga akan nempel dengan tokoh-tokoh yang sesuai dengan sifatnya," tukas Ratih.[]