Olahraga

Momota Akui Dibebankan Medali Emas di Olimpiade Tokyo

Kento Momota akan tampil di Olimpiade Tokyo 2020 sebagai olimpiade pertamanya setelah lima tahun lalu diskors dari Olimpiade 2016 karena judi ilegal.


Momota Akui Dibebankan Medali Emas di Olimpiade Tokyo
Pebulutangkis tunggal putra Jepang Kento Momota berusaha mengembalikan kok ke arah pebulutangkis tunggal putra Denmark Anders Antonsen saat pertandingan final Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Anders Antonsen berhasil menjadi juara usai menaklukan Kento Momota dengan skor 21-16, 14-21 dan 21-16. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pebulutangkis ranking satu dunia, Kento Momota, mengakui bahwa ia dibebankan meraih medali emas Olimpiade Toky0 2020 sebagai wakil tuan rumah. Selain karena statusnya sebagai atlet ranking satu dunia dan wakil tuan rumah, juga karena Momota mesti membayar ketidakikutsertaannya di Olimpiade Rio De Janeiro 2016.

“Ini adalah pertama kalinya saya bermain di olimpiade, tetapi saya punya pengalaman memenangi beberapa turnamen besar. Saya tahu saya punya peluang memenangi medali emas di olimpiade,” kata Momota sebagaimana dipetik dari Badminton Planet.

Lima tahun lalu, Momota kehilangan peluang tampil di Rio De Janeiro karena skors akibat berjudi di sebuah kasino olegal di Tokyo. Pengalaman itu membuat Momota bangkit mengembangkan kekuatan fisik dan mental sehingga menempati posisi ranking satu dunia.

“Saya tidak berpartisipasi di Olimpiade Rio. Saya akan melakukan yang terbaik untuk memenangi medali meas di Olimpiade Tokyo,” ucap Momota.

Pelatih Tim Nasional Jepang, Park Joo Bong, mencatat bahwa Momota adalah pemain paling berkembang di skuatnya dalam lima tahun terakhir. Pelatih asal Korea Selatan itu juga membenarkan tekanan terhadap atlet Jepang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari satu emas dan satu perunggu di Rio 2016.

“Menurut saya akan ada tekanan terhadap para atlet karena ini adalah olimpiade, tetapi saya berharap kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik ketimbang Olimpiade Rio,” kata Joo Bong.

Tentang Momota, atlet ini menghadapi masalah yang relatif sama dengan seluruh pesaingnya di Tokyo nanti, yakni kurangnya pertandingan. Momota absen sejak menjuarai Malaysia Masters pada awal tahun lalu dan menyepi karena pemulihan diikuti dengan penghentian seluruh turnamen internasional karena pandemi virus corona (COVID-19).

Sedianya, Momota berangkat ke Thailand untuk melakoni tiga pertandingan level elite pada Januari lalu. Pebulutangkis berusia 26 tahun tersebut terpapar COVID-19 ketika diperiksa di bandar udara sebelum keberangkatan.

Momota baru bermain di level internasional pada All England di Birmingham, Inggris, Maret lalu. Kurangnya pengalaman bermain di turnamen membuat Momota tersingkir di perempat final dikalahkan atlet asal Malaysia, Lee Zii Jia, yang akhirnya menjadi juara.[]