Ekonomi

Momentum Percepatan Digitalisasi Asuransi Kesehatan


Momentum Percepatan Digitalisasi Asuransi Kesehatan
Ilustrasi - Asuransi (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Pandemi Covid-19 secara tidak langsung telah menjadi katalis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan dan pengaturan finansial, termasuk pentingnya asuransi jiwa atau asuransi kesehatan untuk memitigasi risiko-risiko di masa depan.

Memiliki asuransi jiwa sangat penting terutama bagi mereka yang memiliki keluarga atau tanggungan. Dengan memiliki asuransi kesehatan sebagai perlindungan dan proteksi, masyarakat dapat mengakses perawatan kesehatan yang terjangkau dan menghindari beban keuangan di masa depan.

Apalagi, mengingat adanya kesenjangan antara biaya kesehatan dengan pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia di saat kondisi pandemi seperti saat ini. Sebuah survei dari Willis Towers Watson melaporkan adanya kenaikan biaya kesehatan tahunan sebesar 10-11% antara tahun 2017-2019 di Indonesia. Namun sebaliknya, Badan Pusat Statistik mencatat pada Agustus 2020 rata-rata pendapatan tenaga kerja turun 5,18% dibanding periode yang sama tahun lalu akibat pagebluk.

Survei Nielsen juga mengungkapkan, kesadaran masyarakat untuk memiliki produk asuransi jiwa di kota-kota besar di Indonesia meningkat hingga 24%, dari sebelumnya hanya single digit

Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan proteksi tercermin dalam data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sepanjang 2020, yakni masih adanya kinerja positif pada pendapatan, perolehan premi, hasil investasi, dan pembayaran klaim serta manfaat kepada nasabah di industri asuransi di tengah perlambatan ekonomi.

Merujuk data, pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp 215,42 triliun dengan rincian pendapatan di kuartal IV 2020 sebesar Rp 91,86 triliun, tumbuh 81,7% dari kuartal sebelumnya senilai Rp 50,56 triliun. Dari sisi pendapatan premi sebesar Rp 187,59 triliun, baik premi baru maupun premi lanjutan masing - masing berkontribusi Rp 114,75 triliun dan Rp 72,84 triliun.

Momentum Percepatan Digitalisasi Asuransi Kesehatan - Foto 1
AAJI. AKURAT.CO/Denny Iswanto

Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan dalam Paparan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal IV 2020, mengungkapkan perbaikan kinerja industri karena didorong oleh beberapa faktor, di antaranya program pemulihan ekonomi nasional (PEN), industri asuransi yang berorientasi kepada konsumen, dan program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah.

Selanjutnya, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa, penguatan kolaborasi ekosistem industri asuransi jiwa dan memperkuat kanal industri, serta langkah pemanfaatan teknologi atau digitalisasi pada proses bisnis dan pemasaran asuransi selama pandemi.

Berbicara mengenai digitalisasi di era pagebluk yang tidak tahu kapan akan berakhir seperti sekarang ini adalah sebuah keniscayaan. Penerapan teknologi membawa model bisnis baru yang menguntungkan bagi perusahaan dan juga nasabah. Apalagi di dunia asuransi, kecanggihan teknologi sangat menentukan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, sehingga perusahaan dituntut untuk bergerak ke jalur digital.