Rahmah

Momentum Idul Fitri, Menag Apresiasi Semangat Silaturahim Masyarakat Indonesia

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qaumas mengapresiasi semangat silaturahim masyarakat Indonesia di tengah masa pemulihan dari pandemi Covid-19.


Momentum Idul Fitri, Menag Apresiasi Semangat Silaturahim Masyarakat Indonesia
Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (18/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Di momentum Idul Fitri 2022 ini, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qaumas mengapresiasi semangat silaturahim masyarakat Indonesia di tengah masa pemulihan dari pandemi Covid-19. Menag Yaqut menyebut, silaturahim merupakan kekuatan besar bagi bangsa Indonesia untuk merekatkan kembali hubungan tali persaudaraan di tengah masyarakat.

"Silaturahim ini menjadi kekuatan luar biasa Indonesia. Karena dengan saling bertemu langsung bisa meredakan ketegangan yang ada sekaligus mampu merekatkan ikatan persaudaraan di tengah masyarakat. Kekayaan tradisi ini yang wajib kita jaga dan lestarikan bersama-sama," kata Menag Yaqut di kediamannya di Leteh, Kabupaten Rembang, Sabtu (7/5/2022). 

Tradisi silaturahim, kata Menag, perlu terus ditumbuhkan di tengah perjuangan bangsa Indonesia bangkit dari pandemi Covid-19. Pihaknya juga menilai, silaturahim diyakini akan melahirkan sikap saling kesepahaman dan sinergisitas.  

baca juga:

"Saya mengajak utamanya para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat untuk terus mengembangkan benih-benih silaturahim ini sejak dini kepada penerus bangsa. Saya sepenuhnya yakin hanya dengan bergandengan bersama, negara kita akan memiliki peradaban yang makin tinggi, cepat maju, sekaligus dihormati bangsa lain," jelas Menag Yaqut.

"Karena masih masa pemulihan pandemi, tentu tetap harus mematuhi protokol kesehatan," imbuh Menag Yaqut.

Menag Yaqut secara khusus tidak menggelar open house di kediamannya. Pihaknya menilai saat ini suasana masih pandemi. Meskipun demikian, Menag juga tidak bisa menolak saudara, sahabat, dan handai taulan yang datang bertamu untuk bersilaturahim.

"Secara bergantian, sejak hari pertama lebaran, kami saling bertamu dan bertemu, meski kadang sekedar untuk bersalaman dan berlebaran. Mereka berasal dari beragam kalangan, mulai dari nelayan, petani, buruh, santri, tokoh agama, politik, aktivis organisasi, hingga pejabat publik seperti ketua KPU dan kepala daerah," terang Menag Yaqut.

"Saya terus terang sangat terharu, karena Idulfitri mengajarkan kita untuk saling bersilaturahim dengan penuh keikhlasan. Ini modal besar Bangsa Indonesia untuk bangkit dan tangguh setelah dua tahun pandemi. Semoga pandemi benar-benar sirna dan kita bisa beraktivitas normal kembali," pungkas Menag Yaqut. []